Keuntungan saham dapat berasal dari capital gain, yaitu selisih ketika saham dijual pada harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Investor juga dapat memperoleh dividen apabila perusahaan membagikan sebagian keuntungan kepada pemegang saham.
Namun, harga saham juga dapat mengalami penurunan. Karena itu, potensi keuntungan perlu dipahami bersama dengan risiko kerugian.
2. Tentukan Tujuan dan Profil Risiko
Sebelum membeli saham, investor perlu menentukan tujuan investasi, jangka waktu, serta kemampuan dalam menghadapi risiko.
OJK menyebut setiap orang memiliki profil investasi yang berbeda karena memiliki tujuan, jangka waktu, tingkat penerimaan risiko, dan harapan imbal hasil yang tidak sama.
Dengan memahami profil tersebut, investor dapat menentukan strategi dan instrumen yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
3. Pilih Perusahaan Sekuritas Resmi
Investor membutuhkan perusahaan sekuritas untuk melakukan transaksi saham di BEI. Sebelum membuka rekening, pastikan perusahaan tersebut memiliki izin yang sesuai dan pahami biaya transaksi yang dikenakan.
OJK juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan aspek legalitas serta memahami regulator yang mengawasi lembaga atau produk investasi.
4. Buka Rekening Efek dan RDN
Setelah memilih sekuritas, investor perlu membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN). Rekening efek digunakan untuk mencatat kepemilikan efek, sedangkan RDN merupakan rekening dana nasabah yang terpisah dari rekening perusahaan sekuritas.
Proses pembukaan rekening pada sejumlah sekuritas dapat dilakukan secara online dengan melengkapi data dan dokumen yang diminta.
5. Setorkan Dana ke RDN
Setelah rekening aktif, investor dapat menyetorkan dana ke RDN untuk digunakan dalam transaksi saham. Pastikan dana ditransfer ke rekening yang benar dan atas nama investor.
Investor juga perlu menjaga kerahasiaan username, password, PIN, serta akses aplikasi perdagangan agar tidak disalahgunakan.
6. Pelajari Saham Sebelum Membeli
Investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena harga sedang naik atau mengikuti rekomendasi dari media sosial.
Beberapa aspek yang dapat dipelajari antara lain pendapatan dan laba perusahaan, kondisi utang, arus kas, prospek bisnis, industri, riwayat dividen, valuasi, serta risiko yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Mekanisme Transaksi Saham
7. Pahami Satuan Lot
Transaksi saham di BEI menggunakan satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 lembar saham.
Sebagai contoh, apabila harga sebuah saham Rp2.000 per lembar, maka nilai satu lot secara matematis adalah:
100 × Rp2.000 = Rp200.000
Nilai tersebut belum memasukkan biaya transaksi yang dikenakan oleh sekuritas dan komponen biaya pasar modal lainnya.
8. Tentukan Saham dan Jumlah Lot
Setelah melakukan analisis, investor dapat menentukan saham dan jumlah lot yang akan dibeli berdasarkan dana serta batas risiko yang telah ditetapkan.
Misalnya, investor memiliki dana Rp1 juta dan memilih saham dengan harga Rp2.000 per lembar. Dengan nilai Rp200.000 per lot sebelum biaya transaksi, investor dapat menghitung jumlah lot yang sesuai dengan dana yang tersedia.
9. Masukkan Order Beli
Order beli dilakukan melalui aplikasi perdagangan milik perusahaan sekuritas. Investor perlu memasukkan kode saham, harga yang diinginkan, dan jumlah lot.
Dalam perdagangan saham, terdapat istilah bid, yaitu harga yang diajukan untuk membeli, serta offer atau ask, yaitu harga yang diajukan untuk menjual. Jika order beli dan jual bertemu sesuai ketentuan harga dan volume, transaksi akan match.
10. Pantau Kepemilikan dan Perkembangan Investasi
Setelah transaksi berhasil, investor dapat memantau perkembangan perusahaan dan kondisi investasi secara berkala. Pemantauan tidak berarti harus melakukan jual beli setiap saat.
Investor juga dapat menggunakan fasilitas AKSes KSEI untuk memonitor posisi dan mutasi efek. KSEI menjelaskan bahwa fasilitas tersebut memungkinkan investor memantau kepemilikan efek yang tersimpan dalam Sub Rekening Efek.
Fasilitas AKSes juga dapat membantu mengonsolidasikan portofolio yang tersebar pada beberapa perusahaan efek atau bank kustodian.
Kapan Saham Sebaiknya Dijual?
11. Tentukan Dasar Keputusan Menjual
Penjualan saham dilakukan melalui aplikasi sekuritas dengan memasukkan harga jual dan jumlah lot. Order kemudian menunggu hingga terdapat pembeli pada harga dan volume yang sesuai.
Keputusan menjual dapat mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi perusahaan, valuasi, perkembangan fundamental, serta batas risiko yang telah ditetapkan.
Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya karena panik ketika harga mengalami penurunan. Sebaliknya, perubahan harga perlu dilihat bersama dengan alasan dan kondisi yang mendasarinya.
12. Lakukan Diversifikasi
Menempatkan seluruh dana pada satu saham dapat meningkatkan dampak apabila saham tersebut mengalami penurunan. Karena itu, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengelola risiko portofolio.
Namun, diversifikasi tetap perlu dilakukan secara terukur. Investor perlu memahami aset yang dimiliki dan menyesuaikannya dengan kemampuan serta profil risikonya.
13. Perhitungkan Biaya Transaksi
Keuntungan investasi tidak cukup dihitung hanya dari selisih harga beli dan harga jual. Investor juga perlu memperhitungkan biaya transaksi dan biaya pasar modal yang berlaku.
Perhitungan tersebut memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai hasil investasi setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Waspadai Investasi Ilegal
14. Periksa Legalitas dan Hindari Penipuan
Investor perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan investasi dengan janji keuntungan tinggi atau pasti. OJK mencantumkan keuntungan yang sangat tinggi dan dijamin sebagai salah satu karakteristik yang perlu diwaspadai dalam penipuan investasi.
OJK juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan legalitas lembaga, memahami regulator, serta membaca ketentuan mengenai manfaat, biaya, dan risiko sebelum berinvestasi.
Jangan memberikan username, password, PIN, atau akses aplikasi perdagangan kepada pihak lain.
15. Kenali Mekanisme Perlindungan Investor
Pasar modal Indonesia memiliki mekanisme perlindungan investor melalui Dana Perlindungan Pemodal yang diselenggarakan Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) dengan ketentuan yang berlaku.
Perlindungan tersebut bukan berarti kerugian akibat harga saham turun akan diganti. Mekanismenya berkaitan dengan kondisi tertentu ketika aset investor hilang dan terdapat persyaratan perlindungan yang harus dipenuhi.
Contoh Cara Main Saham dengan Dana Rp1 Juta
Sebagai gambaran, investor dengan dana Rp1 juta dapat membuka rekening pada sekuritas resmi, memperoleh rekening efek dan RDN, kemudian menyetorkan dana ke RDN.
Setelah itu, investor mempelajari perusahaan yang sahamnya ingin dibeli. Jika harga saham berada di Rp2.000 per lembar, satu lot bernilai Rp200.000 sebelum biaya transaksi.
Investor kemudian memasukkan order beli melalui aplikasi sekuritas. Apabila order tersebut bertemu dengan order jual pada harga dan volume yang sesuai, transaksi akan terjadi.
Setelah menjadi pemegang saham, investor dapat memantau perusahaan dan portofolionya. Ketika memutuskan untuk menjual, investor memasukkan order jual dan menunggu hingga terdapat pembeli yang sesuai.
(seo)





























