Logo Bloomberg Technoz

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,08% cabai merah 0,06%, daging ayam ras dengan andil inflasi 0,05% beras 0,03%, telur ayam ras 0,02% serta ikan segar dan kangkung masing-masing 0,01%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,14% dan memberi andil deflasi 0,01%. Komoditas yang dominan mendorong deflasi adalah emas perhiasan dengan andil deflasi 0,01%.

Inflasi bulan ke bulan menurut komponen, semua kelompok komponen mengalami inflasi, baik komponen inti, harga diatur pemerintah, dan harga bergejolak.

Inflasi utamanya didorong inflasi komponen harga bergejolak, yakni dengan inflasi 0,46% dan memberi andil inflasi terbesar, yakni 0,24%. Komoditas yang dominan memberi andil inflasi adalah cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, teluar ayam ras, beras dan kangkung.

Komponen inti mengalami inflasi 0,1% dengan andil inflasi 0,06%. Komoditas yang dominan memberi andil inflasi adalah biaya kuliah akademi/perguruan tinggi.

Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi rendah atau mendekati nol. Komoditas bensin memberi andil inflasi, sedangkan tarif angkutan udara menyumbang andil deflasi.

Jika dilihat secara sebaran inflasi secara bulanan, Ateng menyebutkan sebanyak 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi ini terjadi di Sulawesi Utara yaitu mencapai 3,53%. Sedangkan deflasi terdalam ini terjadi di Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35%.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Rabu (30/9/2026) siang menghasilkan median proyeksi untuk inflasi bulanan (month-to-month/mtm) September sebesar 0,33%, lebih tinggi ketimbang Agustus yang sebesar 0,21% mtm.

(lav)

No more pages