Logo Bloomberg Technoz

Penderita juga dapat mengalami nyeri pada otot dan sendi di berbagai bagian tubuh. Keluhan tersebut antara lain dapat terasa pada punggung, lengan, maupun kaki.

3. Sakit Kepala dan Tubuh Lemas

Influenza A dapat menyebabkan sakit kepala yang disertai rasa lemas. Kondisi ini membuat tubuh terasa tidak bertenaga dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

4. Batuk Kering dan Sakit Tenggorokan

Batuk kering menjadi gejala lain yang dapat muncul. Tenggorokan juga dapat terasa gatal, perih, atau sakit secara terus-menerus.

5. Hidung Tersumbat dan Pilek

Gejala pada saluran pernapasan bagian atas juga dapat berupa hidung tersumbat dan pilek. Produksi lendir dapat meningkat selama tubuh melawan infeksi.

6. Gangguan Pencernaan

Pada kondisi tertentu, terutama pada anak-anak, influenza dapat disertai gangguan pencernaan. Gejalanya dapat berupa mual, muntah, hingga diare ringan.

Cara Meredakan Gejala Influenza A

Sebagian besar kasus influenza dapat ditangani dengan perawatan suportif dan tidak selalu membutuhkan rawat inap. Kemenkes juga menekankan bahwa penggunaan antivirus seperti oseltamivir tidak ditujukan untuk seluruh pasien influenza, melainkan digunakan secara terbatas pada kondisi tertentu berdasarkan pertimbangan medis.

1. Perbanyak Istirahat

Istirahat yang cukup membantu tubuh memperoleh energi untuk menghadapi infeksi. Kurangi aktivitas berat selama gejala masih berlangsung dan berikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan kondisi.

2. Pastikan Tubuh Terhidrasi

Asupan cairan perlu diperhatikan, terutama ketika influenza disertai demam. Selain air putih, cairan seperti kaldu hangat atau minuman elektrolit dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

3. Gunakan Obat untuk Meredakan Gejala

Obat pereda demam dan nyeri seperti paracetamol dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan. Penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Aspirin tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak dan remaja karena memiliki risiko tertentu. Jika gejala cukup berat atau kondisi tidak membaik, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

4. Batasi Kontak dengan Orang Lain

Karena influenza dapat menular melalui droplet, penderita sebaiknya membatasi kontak dengan orang lain selama mengalami gejala. Langkah ini menjadi semakin penting ketika berada di sekitar kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

5. Terapkan Etika Batuk dan Cuci Tangan

Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus. Kebiasaan mencuci tangan secara rutin juga penting, terutama setelah batuk, bersin, atau melakukan aktivitas di tempat umum.

Kapan Perlu Mendapatkan Pertolongan Medis?

Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang mengambil langkah penanganan yang tepat. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala memburuk, muncul kesulitan bernapas, kondisi tubuh semakin lemah, atau terdapat kondisi khusus yang meningkatkan risiko komplikasi.

Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza saat ini masih berada dalam rentang kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau mengandalkan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan dan data surveilans, bukan istilah yang beredar tanpa dasar medis.

Dengan mengenali ciri influenza A, menjaga kebersihan, mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat, serta membatasi kontak saat sakit, risiko penularan dapat ditekan sekaligus membantu proses pemulihan tubuh.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait