Logo Bloomberg Technoz

Harga emas dunia melanjutkan koreksi yang terjadi sepanjang September. Bulan lalu, harga jatuh lebih dari 6% point-to-point.

Sentimen yang membebani harga emas pada September adalah arah kebijakan moneter global. Sejumlah bank sentral utama dunia seperti Federal Reserve (Amerika Serikat/AS), ECB (Uni Eropa), dan BoJ (Jepang) kompak menaikkan suku bunga acuan dalam rapat bulan lalu.

Investor memperkirakan ini bukan kenaikan yang terakhir. Risiko inflasi masih menghantui mengingat harga energi yang tinggi gara-gara konflik di Timur Tengah.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Kenaikan yield obligasi dan risiko pengetatan kebijakan moneter membuat emas rentan terhadap aksi jual,” tegas Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages