Mengutip riset Panin Sekuritas, IHSG ditopang oleh meredanya ekspektasi pengetatan moneter global, seiring pasar memperkirakan belum terdapat kenaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat. Hal ini tercermin dari CME FedWatch Tools yang menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) periode Oktober adalah 49% dari sebelumnya 71%.
“Sejalan dengan itu, rupiah kembali menguat ke Rp17.875/US$. Mencerminkan sedikit perbaikan sentimen terhadap aset emerging markets di tengah berkurangnya risiko kenaikan suku bunga AS,” papar riset Panin Sekuritas.
(fad/aji)
No more pages



























