“Saya tidak menyangka dia akan meninggal hari ini,” kata Mahathir. “Tadi malam, kondisinya cukup baik.”
Mahathir terlihat sangat terpukul saat pemakaman istrinya pada Senin. Saat itu, ia menggunakan kursi roda bermotor dan mengenakan selang oksigen.
Bulan lalu, Mahathir dan Siti Hasmah merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-70. Kisah mereka bermula ketika keduanya masih menjadi mahasiswa kedokteran di Singapura dan terus berlanjut hingga Mahathir beralih profesi dari dokter menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Malaysia.
Hubungan Mahathir dengan istrinya sangat kontras dengan politik konfrontatif yang mewarnai sebagian besar kariernya, termasuk ketika ia memecat Anwar Ibrahim yang saat itu menjabat sebagai wakil perdana menteri pada 1998. Bersama Siti Hasmah, Mahathir memperlihatkan sisi yang lebih lembut. Keduanya kerap bergandengan tangan, saling menggoda, dan tetap menunjukkan kemesraan secara terbuka hingga usia lanjut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mahathir beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit dan mengalami sejumlah serangan jantung. Pada Januari lalu, ia mengalami patah tulang pinggul kanan. Namun, kondisinya kemudian pulih dan ia kembali menghadiri sejumlah kegiatan publik.
(bbn)































