Logo Bloomberg Technoz

“Penjual menjanjikan pengembalian dana penuh jika pembelian dibatalkan, klaim yang tidak boleh dipercaya,” tulis Kaspersky.

Setelah pengguna tertarik, situs meminta berbagai data pribadi, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal hingga kontak WhatsApp. Selanjutnya, calon pembeli diminta memasukkan informasi kartu bank.

Kaspersky mengatakan data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan rekayasa sosial. Informasi kartu bank juga berpotensi digunakan untuk menguras dana korban.

Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova mengatakan modus penipuan serupa telah muncul selama bertahun-tahun setiap kali perangkat populer diluncurkan.

“Antusiasme konsumen dapat memberikan keuntungan tambahan bagi penjahat siber dan meningkatkan peluang mereka mendapatkan keuntungan,” kata Altukhova.

Menurutnya, pengguna perlu berhati-hati dalam memilih tempat berbelanja dan melakukan pembelian melalui peritel resmi serta terpercaya.

“Penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, serta pilihan produk yang lebih luas dari atau berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh perusahaan, harus diperlakukan sebagai tanda peringatan yang jelas."

Tips Hindari Penipuan Situs iPhone 18 Palsu

Untuk menikmati perangkat baru tanpa khawatir terhadap ancaman siber, Kaspersky menyarankan pengguna:

  1. Beli melalui toko resmi dan terpercaya. Hindari penawaran dari situs yang tidak dikenal, terutama jika menawarkan harga yang terlalu murah.

  2. Periksa keaslian situs. Sebelum memasukkan data pribadi, periksa kembali format URL serta ejaan nama organisasi.

  3. Amankan informasi pembayaran. Gunakan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran khusus untuk transaksi online agar informasi kartu kredit atau rekening bank tidak terekspos.

  4. Gunakan solusi keamanan yang andal. Kaspersky merekomendasikan solusi seperti Kaspersky Premium yang dapat memblokir tautan phishing. Kaspersky juga memperkuat solusi konsumennya dengan perlindungan penipuan berbasis AI yang mencakup algoritma anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara real time, serta pemeriksa kebocoran data dan pencurian identitas.

  5. Aktifkan autentikasi multifaktor (2FA) dan pantau akun. Aktifkan 2FA pada akun dan aplikasi keuangan serta periksa laporan transaksi secara berkala untuk mendeteksi aktivitas yang tidak sah.

(mef/wep)

No more pages