Logo Bloomberg Technoz

"Perjanjian sponsor terkait ditemukan sebagai perjanjian palsu, atau setidaknya tidak mencerminkan substansi ekonominya," kata komisi independen dalam putusannya, dikutip dari BBC, Rabu (30/09).

Temuan tersebut juga berkaitan dengan laporan keuangan Manchester City. Komisi menyatakan sembilan set laporan keuangan klub pada periode 2009 hingga 2017 tidak memenuhi standar "true and fair". Menurut komisi, kondisi tersebut berdampak pada penilaian keuangan klub dalam sejumlah aturan Premier League dan UEFA.

Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan putusan tersebut menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Ia mengatakan keputusan itu juga menunjukkan bagaimana klub secara konsisten melanggar aturan liga selama hampir satu dekade.

"Ini juga membenarkan keputusan Premier League untuk melanjutkan kasus ini terhadap Manchester City. Meskipun proses hingga saat ini panjang dan sulit, Liga tetap bertekad agar fakta-fakta ditetapkan secara independen," kata Masters, dikutip dari BBC.

Masters menambahkan bahwa Premier League memiliki tanggung jawab untuk memastikan aturan yang disepakati klub-klub. Menurut dia, hal tersebut diperlukan untuk menjaga integritas kompetisi agar tetap kompetitif dan adil bagi klub maupun penggemar.

Respons Manchester City

Manchester City membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, klub mengatakan kecewa dan terkejut dengan putusan komisi serta menegaskan bahwa klub memiliki bukti yang mendukung posisinya.

"Klub ini tidak bersalah atas tuduhan yang dibuat oleh Liga Premier dan terdapat sejumlah besar bukti yang tak terbantahkan untuk mendukung semua posisinya terkait dengan kasus ini," kata Manchester City.

Klub juga mengatakan akan menempuh seluruh jalur banding yang tersedia karena menilai putusan tersebut mengandung kesalahan dalam aspek hukum, prinsip, maupun fakta.

Sementara itu, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan. Premier League menyatakan hukuman akan dibahas dalam sidang lanjutan dengan komisi independen dan proses tersebut bersifat pribadi serta rahasia.

Kasus ini bermula pada November 2018 ketika Football Leaks memunculkan tuduhan mengenai dugaan pelanggaran financial fair play oleh Manchester City. Pada Maret 2019, UEFA kemudian membuka penyelidikan formal.

Pada Februari 2020, UEFA sempat menjatuhkan larangan dua tahun kepada City tampil di kompetisi Eropa dan denda €30 juta. Namun, larangan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Juli 2020.

Penyelidikan Premier League terus berjalan. Pada Februari 2023, Premier League secara resmi mendakwa Manchester City atas 115 dugaan pelanggaran aturan keuangan. Sidang antara Premier League dan City kemudian dimulai pada September 2024 dan berlangsung selama sekitar 10 minggu. Pada September 2026, laporan mengenai hasil putusan mulai muncul sebelum Premier League mengonfirmasi temuan komisi independen.

(dec/del)

No more pages