Guncangan juga dialami Low Tuck Kwong dengan kekayaannya susut menjadi Rp296,92 triliun. Tergerus Rp1,78 triliun dalam satu hari perdagangan saham, menyeret penurunan Rp96,59 triliun terhadap nilai kekayaannya sepanjang tahun.
Konglomerat dari sektor perbankan juga merasakan tekanan berat, seperti Budi Hartono. Kekayaan Budi Hartono menjadi Rp257,57 triliun, menyusut Rp3,57 triliun dalam sehari dan Rp87,64 triliun menguap sepanjang 2026.
Sedangkan kekayaan Anthoni Salim merosot Rp50,08 triliun secara ytd, hingga nilai kekayaannya menjadi Rp236,11 triliun.
Otto Toto Sugiri, salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia, turut mengalami penurunan tahunan mencapai Rp12,52 triliun. Dengan demikian, kekayaannya tercatat Rp146,67 triliun per akhir September.
(fad/aji)




























