Logo Bloomberg Technoz

Data tersebut mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja dengan tingkat perekrutan dan PHK yang sama-sama rendah. Banyak perusahaan masih enggan menambah jumlah karyawan maupun mengurangi tenaga kerja. Sementara itu, jumlah pengajuan awal tunjangan pengangguran masih berada di sekitar level terendah dalam sejarah, yang menunjukkan minimnya aktivitas PHK.

Minimnya pergerakan tenaga kerja tersebut membuat banyak warga AS merasa terjebak dalam pekerjaan mereka atau kesulitan memasuki pasar tenaga kerja akibat terbatasnya kesempatan kerja.

Laporan tersebut "tidak memberikan banyak alasan untuk meyakini bahwa dinamika pasar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan secara signifikan akan segera terwujud," kata Cory Stahle, ekonom senior di situs pencarian kerja Indeed. Menurut dia, "kombinasi antara rendahnya perekrutan serta lebih rendahnya lagi jumlah PHK dan pengunduran diri membuat jumlah pekerja dalam daftar gaji perusahaan tetap bertambah, tetapi pasar tenaga kerja menjadi jauh kurang dinamis dibandingkan beberapa tahun lalu."

Data terpisah yang dirilis pada Selasa menunjukkan bahwa keyakinan konsumen AS merosot pada September ke level terendah sejak 2014. Penurunan tersebut dipicu oleh pesimisme terhadap kondisi perekonomian dan pasar tenaga kerja.

Menurut data Conference Board, semakin sedikit konsumen yang menilai lowongan pekerjaan masih melimpah pada bulan tersebut, sementara semakin banyak yang menganggap pekerjaan sulit diperoleh. Responden juga semakin pesimistis terhadap kondisi pasar tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, terbatasnya PHK dan rendahnya tingkat pengangguran memberikan ruang bagi para pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk berfokus pada inflasi yang masih tinggi. Bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga pada awal bulan ini untuk pertama kalinya sejak 2023. Dalam pernyataan yang dirilis bersamaan dengan keputusan tersebut, para pembuat kebijakan menyebutkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran tidak banyak berubah.

Pada Agustus, terdapat sekitar satu lowongan pekerjaan untuk setiap penganggur. Rasio tersebut secara umum mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang seimbang. Pejabat The Fed memantau rasio ini secara saksama sebagai salah satu indikator keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pada puncaknya pada 2022, rasio tersebut mencapai dua lowongan pekerjaan untuk setiap penganggur.

Ke depan, laporan ketenagakerjaan bulanan pemerintah AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Para ekonom memperkirakan AS menciptakan 90.000 lapangan kerja baru pada September.

(bbn)

No more pages