Ekspektasi inflasi untuk satu tahun ke depan juga memburuk. Sementara itu, persentase responden yang memperkirakan suku bunga akan meningkat naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada bulan ini. Sejak saat itu, sejumlah pejabat bank sentral AS juga menyatakan bahwa biaya pinjaman seharusnya berada pada level yang lebih tinggi.
"Meski kenaikan harga energi menambah tekanan inflasi di sejumlah sektor, tekanan baru terhadap pendapatan riil akan menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuat FOMC perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan kenaikan lebih lanjut suku bunga acuan," kata ekonom Pantheon Macroeconomics, Samuel Tombs dan Oliver Allen, dalam sebuah catatan.
Perang di Iran telah mendorong harga bensin jauh di atas US$ 4 per galon, menurut data American Automobile Association. Harga diesel eceran di AS juga mendekati rekor tertinggi, sementara harga minyak pemanas melonjak menjelang musim dingin.
"Jawaban tertulis konsumen mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perekonomian sebagian besar bernada pesimistis pada September. Penyebutan mengenai harga, tingginya biaya barang dan jasa, khususnya harga minyak dan gas, meningkat ke level tertinggi baru," kata Kepala Ekonom Conference Board, Dana Peterson, dalam sebuah pernyataan.
Penurunan Meluas
Penurunan keyakinan konsumen secara keseluruhan pada bulan ini terjadi secara luas di berbagai kelompok usia dan pendapatan, serta di sejumlah wilayah.
Meski demikian, hingga saat ini, belanja konsumen dan pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan di tengah tingginya inflasi.
Survei Conference Board menunjukkan persentase konsumen yang menilai lapangan kerja tersedia melimpah turun ke level terendah sejak 2021. Sebaliknya, persentase konsumen yang menilai lapangan kerja sulit diperoleh meningkat.
Selisih antara kedua indikator tersebut, yang menjadi salah satu ukuran yang banyak dipantau ekonom, menyempit ke level terkecil dalam lebih dari 5,5 tahun.
Data terpisah yang dirilis pemerintah pada Selasa menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada Agustus turun ke level terendah dalam lima bulan.
Ekspektasi pendapatan masyarakat juga memburuk pada September. Persentase responden yang memperkirakan pendapatan mereka akan meningkat dalam enam bulan ke depan turun ke level terendah sejak awal tahun. Sementara itu, persentase responden yang memperkirakan pendapatan mereka akan menurun naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Survei untuk laporan tersebut dilakukan pada 1–23 September.
(bbn)































