Tekanan untuk mengambil tindakan telah meningkat menyusul insiden pelanggaran keamanan besar yang melibatkan model AI yang tidak terkendali. Hal ini memicu seruan dari para pengembang AI di Silicon Valley maupun para pemimpin dunia untuk menetapkan standar baru bagi teknologi tersebut.
Namun, pernyataan Trump meredam anggapan bahwa pemerintah mungkin akan melunakkan sikap penolakannya yang keras terhadap aturan perlindungan pemerintah yang baru terkait AI, atau menjadi lebih terbuka terhadap regulasi baru.
Trump menyambut para eksekutif tersebut dalam jamuan makan siang bersama Johnson, yang juga dihadiri oleh tokoh industri teknologi lainnya seperti CEO Meta Platforms Inc. Mark Zuckerberg, CEO Palantir Technologies Inc. Alex Karp, dan Presiden OpenAI Greg Brockman. Keputusan untuk membahas aspek keselamatan AI ini sempat dipandang sebagai perubahan sikap bagi Trump, mengingat baru pekan lalu ia menepis kekhawatiran akan risiko bencana besar akibat AI sebagai sebuah "hoaks."
Dalam kemunculan dadakan di jalan masuk West Wing usai acara tersebut, Trump melontarkan gagasan mengenai pembentukan "komite" yang beranggotakan sekitar 10 orang untuk membantu "mengawasi keseluruhan upaya ini." Ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Para pemimpin industri yang mendampingi Trump di luar Gedung Putih sebagian besar mendukung keinginan presiden untuk tetap mengambil pendekatan tanpa campur tangan dan membiarkan perusahaan-perusahaan AI melakukan pengawasan mandiri. Huang, yang perusahaannya memproduksi cip yang berperan mendorong lonjakan perkembangan AI, menyatakan bahwa ia "tidak melihat adanya pertentangan antara inovasi, teknologi, dan keselamatan."
"Kita harus menciptakan teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan AI," ujar Huang, sehari setelah Nvidia meluncurkan perangkat lunak keamanan baru yang dirancang untuk mencegah agen AI bertindak di luar kendali. "Namun, kita juga sedang menciptakan teknologi baru untuk meningkatkan aspek keselamatan AI."
(bbn)






























