Logo Bloomberg Technoz

Pembuat ChatGPT ini terlibat persaingan sengit dengan Anthropic untuk menggaet lebih banyak pelanggan korporat dan meningkatkan pendapatan menjelang rencana debut mereka di Wall Street. 

Kedua perusahaan telah mengajukan dokumen rahasia untuk melantai di bursa saham, dengan Anthropic diperkirakan akan melakukan pencatatan saham publik paling cepat pada musim gugur ini.

CEO OpenAI, Sam Altman, baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaannya tidak akan melantai di bursa saham tahun ini. Dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Selasa, ia mengatakan bahwa perusahaan ingin melewati masa-masa meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan kecerdasan buatan AI, sehingga perusahaan nanti bisa IPO tanpa tekanan.

Menurut Altman, OpenAI sedang melakukan "penyesuaian" terhadap "tingkat kemampuan" AI yang baru serta berbagai persyaratan keamanan tambahan yang menyertainya.

"Kami hanya ingin memantapkan posisi dan memastikan kami memahami cara beroperasi dengan pola baru ini, [serta] mampu mengambil keputusan-keputusan yang ada di hadapan kami tanpa tekanan sebagai perusahaan yang baru melantai di bursa," ujar Altman, seraya menambahkan keyakinannya bahwa para investor akan bersikap "sabar" terkait rencana IPO perusahaan.

Menurut sejumlah sumber, penggalangan dana terbaru ini dimaksudkan sebagai putaran pendanaan (bridge round) untuk memberikan modal tambahan bagi OpenAI sebagai alternatif dari penawaran umum perdana (IPO). Sebelumnya, OpenAI telah menggalang dana sebesar US$122 miliar pada bulan Maret dengan valuasi $852 miliar, termasuk dana tersebut.

Seperti perusahaan sejenis lainnya, OpenAI menghadapi sorotan yang kian meningkat terkait potensi AI dalam menimbulkan dampak yang sangat merusak, termasuk melalui pelanggaran keamanan siber. 

Teknologi OpenAI telah terlibat dalam sejumlah insiden keamanan, termasuk serangan yang menyasar situs web pemerintah Australia. Perusahaan tersebut juga menyatakan pada minggu ini bahwa mereka tidak akan merilis model terbarunya, GPT-6.1 Astra, karena sistem tersebut tidak memenuhi standar keamanan internal perusahaan.

(bbn)

No more pages