Logo Bloomberg Technoz

World Labs mengembangkan sebagai “model dunia”: perangkat software AI yang dapat menjalankan aplikasi di dunia fisik. Model-model tersebut menghasilkan dan merekonstruksi lingkungan tiga dimensi, yang menurut perusahaan rintisan tersebut dapat digunakan untuk membantu memajukan pengembangan robot, penemuan ilmiah, dan peralatan pabrik.

Li, yang pernah menjabat sebagai CEO World Labs, adalah peneliti dan ilmuwan komputer ternama di Universitas Stanford. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, ia akan bergabung dengan AMD sebagai EVP dan chief scientist. Li akan bertanggung jawab langsung kepada Su.

“Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan kami, ambisi kami pun semakin besar,” kata Li dalam wawancara dengan Bloomberg Television. Hal itu, katanya, telah meningkatkan kebutuhan startup tersebut akan daya komputasi.

“Pada titik ini, apabila kami dapat bergabung dengan AMD, kami benar-benar memberikan kesempatan bagi diri kami sendiri, AMD, dan ekosistem untuk mempercepat dinamika antara pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras,” ujarnya.

Kesepakatan ini juga akan membantu memperkuat penawaran AMD dengan memungkinkan perusahaan menyediakan beragam model AI kepada pelanggan. Perusahaan ini telah memperluas jajaran produknya dalam upaya menjual lebih banyak produk dan layanan kepada klien pusat data, yang merupakan sumber pendapatan terbesarnya. Tujuannya adalah menawarkan elemen-elemen yang diperlukan untuk menyiapkan fasilitas dengan cepat dan mengoperasikannya.

“Anda akan memiliki model terbuka maupun model eksklusif,” kata Su. “AMD telah berkontribusi di bidang tersebut. Saya pikir kami akan memperluas kontribusi tersebut.”

Pada akhirnya, tujuannya adalah membangun AI yang lebih baik, tambah Su. “Ambisi kami adalah mendefinisikan masa depan komputasi AI.”

(bbn)

No more pages