Karena harga bahan bakar di SPBU AS mencapai rekor tertinggi, Presiden Donald Trump mempertimbangkan larangan ekspor AS. Para analis memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memicu lonjakan harga di luar negeri, khususnya di Eropa.
Perusahaan penyulingan di seluruh Asia telah berhasil mengamankan sebagian besar pasokan minyak mentah mereka untuk beberapa bulan ke depan, sehingga mereka tetap dapat memproduksi bahan bakar meski terjadi gangguan pengiriman yang berkelanjutan di Teluk Persia.
Di antara para produsen, India telah menyatakan niatnya untuk tetap memenuhi kontrak diesel ke luar negeri, sementara China—biasanya merupakan eksportir utama—telah melonggarkan pembatasan aliran ekspor yang sempat diterapkan pada awal konflik. Di wilayah lain, ekspor Jepang juga diperkirakan akan pulih.
"Berdasarkan tingkat operasional kilang dan ketersediaan minyak mentah saat ini, tidak ada masalah besar terkait pasokan diesel di Asia," ujar June Goh, analis senior pasar minyak dari Sparta Commodities SA.
"Bahkan, besar kemungkinan Asia akan mendukung Eropa melalui ekspor diesel jika Trump benar-benar melarang ekspor AS."
(bbn)






























