Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham teknologi, saham konsumen non primer, dan saham properti menjadi pemberat pelemahan IHSG, dengan melemah mencapai 2,94%, 1,31% dan 1,01%. Sebaliknya, saham infrastruktur berhasil menguat 0,34% hingga menjadi pendorong terpangkasnya pelemahan IHSG.

Menariknya, saham–saham big caps, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menguat 1,91% di level Rp3.200/saham pada perdagangan Sesi I, Selasa (29/9/2026).

Lebih potensial lagi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 2,84% di posisi Rp1.085/saham pada penutupan perdagangan Sesi I.

Kenaikan saham BBRI dan saham DSSA tersebut turut menahan kejatuhan IHSG yang ditutup ‘hanya’ melemah 0,21%.

Terlebih lagi, terbatasnya pelemahan IHSG tak lepas dari kenaikan dan reboundnya sejumlah saham big caps.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (29/9/2026).

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 8,79 poin
  2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 2,58 poin
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 2,46 poin
  4. PT United Tractors Tbk (UNTR) menyumbang 1,78 poin
  5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 1,63 poin
  6. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 1,63 poin
  7. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyumbang 1,6 poin
  8. PT Indosat Tbk (ISAT) menyumbang 1,33 poin
  9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyumbang 1,22 poin
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 1,08 poin

Namun, rebound IHSG dibatasi turunnya banyak saham.

Diantaranya sebagai berikut.

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengurangi 11,06 poin
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 3,73 poin
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 3,1 poin
  4. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengurangi 2,53 poin
  5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 2,21 poin

Sentimen Pasar saham

Menelisik lebih jauh, Panin Sekuritas menyebut pada Sesi I, IHSG melemah 0,21% di posisi 6.135 pada perdagangan siang hari ini, sejalan dengan melemahnya Wall Street tadi malam akibat terbebani oleh kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga, serta yield obligasi AS yang saat ini berada di atas level 5,2%. 

Kenaikan harga minyak turut membebani prospek fiskal, begitupun terkait penyesuaian batas minimum harga saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru saja diterapkan dinilai pasar turut membebani IHSG, sebab berpotensi meningkatkan tekanan jual pada saham-saham yang selama ini terkunci di level Rp50 per saham, salah satunya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang tengah berada di level Rp37 per saham di posisi Auto Reject Bawah (ARB), dan menjadi laggard dengan penurunan -13,95%.

Kenaikan harga minyak Brent yang melesat mencapai US$107 per barel turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Penguatan dolar AS dan US Treasury yield yang mendekati level tertinggi dalam 19 tahun turut meningkatkan opportunity cost memegang emas, dengan CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober 2026 telah mencapai lebih dari 70%.

(fad)

No more pages