Logo Bloomberg Technoz

HILIRISASI BAUKSIT

RI Sumbang 66% Tambahan Smelter Aluminium di Luar China 2026—2027

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 September 2026 12:50

Anoda bekas yang sangat panas di bengkel elektrolisis di pabrik peleburan atau smelter Aluminium Dunkerque SAS di Dunkirk, Prancis./Bloomberg-Nathan L
Anoda bekas yang sangat panas di bengkel elektrolisis di pabrik peleburan atau smelter Aluminium Dunkerque SAS di Dunkirk, Prancis./Bloomberg-Nathan L

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia diprediksi bakal menyumbang sekitar 66% tambahan kapasitas baru smelter aluminium di luar China pada 2026—2027.

Pada periode tersebut, tambahan kapasitas smelter aluminium diestimasikan mencapai 3,5 juta metrik ton (mt) dari Indonesia, dengan total tambahan di luar China sebanyak 5,34 juta mt.

Berdasarkan riset Shanghai Metals Market (SMM), hingga saat ini sudah terdapat sekitar 1,48 juta mt tambahan kapasitas smelter aluminium yang beroperasi pada 2026, sementara sekitar 420.000 mt diperkirakan beroperasi pada kuartal IV-2026.


SMM memprediksi tambahan kapasitas produksi smelter aluminium di Indonesia pada 2027 bakal meningkat menjadi sekitar 2,25 juta mt.

“Indonesia tetap menjadi pusat utama commissioning kapasitas baru, dengan sekitar 3,5 juta ton kapasitas yang diusulkan untuk mulai beroperasi pada 2026—2027. Angka tersebut setara dengan 66% dari total tambahan kapasitas di luar China yang diperkirakan mencapai 5,34 juta ton,” tulis SMM dalam risetnya yang dipublikasikan Selasa (29/9/2026).

Seorang pekerja mengamati ingot aluminium yang sedang mendingin di dalam cetakannya di pabrik pengecoran./Bloomberg-Andrey Rudakov