Logo Bloomberg Technoz

Potensi Produksi

Yuliot menambahkan saat ini kementerian telah mengidentifikasi beberapa lapangan minyak baru yang berpotensi memproduksi sekitar 2.500 hingga 3.000 barel per hari.

Pemerintah optimistis percepatan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi di lapangan-lapangan baru tersebut dapat membantu merealisasikan target produksi minyak nasional di atas 1 juta barel per hari pada masa mendatang.

“Ini ada dari lapangan-lapangan tersebut ini sudah diindikasikan ada produksi sekitar 2.500 barel [minyak per hari], ada yang 3.000 barel [minyak per hari]. Ini ya kita akan genjot pada 2027 dan 2028, sehingga target kita di atas 1 juta barel itu bisa tercapai,” jelasnya.

Sebelumnya, percepatan eksplorasi dan eksploitasi lapangan migas juga telah dilakukan Kementerian ESDM melalui pengumuman pemenang lelang Penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap I Tahun 2026.

Penetapan pemenang lelang Tahap I ini mencakup enam blok migas, yakni Sapukala, Natuna D-Alpha, Bengara II SDS, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.

Dari hasil lelang tahap pertama tersebut, pemerintah berhasil mengamankan total nilai komitmen pasti senilai US141,51 juta serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari bonus tanda tangan sejumlah US1,60 juta.  

Daftar pemenang lelang WK Migas Tahap I Tahun 2026 diwarnai oleh keikutsertaan perusahaan migas multinasional maupun domestik.

Eni Indonesia Limited memenangkan WK Sapukala dengan nilai komitmen pasti US8juta dan bonus tanda tangan US200.000.

Sementara itu, Sinopec memenangkan WK Bengara II SDS, Cinda Energy (Hong Kong) Limited memenangkan WK Rupat, serta PT Timur Hijau Investama berhasil mengamankan dua blok sekaligus yaitu WK Pesut Mahakam dan WK Puri. 

Di samping itu, konsorsium yang melibatkan entitas lokal, PT Nations Petroleum yang mendapatkan hak pengelolaan WK Natuna D-Alpha. Perusahaan tersebut merupakan salah satu entitas bisnis PT Arsari Group yang dimiliki Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.

Bersamaan dengan pengumuman pemenang tersebut, Kementerian ESDM langsung meluncurkan Lelang Penawaran WK Migas Tahap II Tahun 2026 yang membuka peluang investasi baru untuk 8 wilayah kerja migas, di antaranya:

  1. WK Gula di lepas pantai Jawa Timur, 
  2. WK West Bengkulu di lepas pantai Bengkulu, 
  3. WK South Flores di lepas pantai Nusa Tenggara Timur, 
  4. WK East Natuna di lepas pantai Kepulauan Riau, 
  5. WK Southwest Papua di darat dan lepas pantai Papua Barat Daya, 
  6. WK Central Papua di darat Papua, 
  7. WK North Maluku di lepas pantai Maluku Utara, dan
  8. WK Seram Offshore di lepas pantai Maluku. 

Langkah ini merupakan bagian dari strategi agresif pemerintah yang menargetkan penawaran lebih dari 110 blok migas sepanjang 2026 demi mendorong kegiatan eksplorasi hulu serta mendukung pencapaian target produksi migas nasional.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan produksi siap jual atau lifting minyak pada 2027 mencapai 612.500 barel per hari. Angka ini disepakati dari kisaran awal asumsi nota pengantar APBN 2026 yang berada pada rentang 605.000 hingga 620.000 bph, sekaligus naik dari target APBN 2026 sebesar 610.000 bph.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor migas Indonesia sepanjang Juli 2026 membengkak US$1,25 miliar atau 49,91% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan impor migas disebabkan oleh bertambahnya impor minyak mentah senilai US$848,3 juta atau 49,11% dan hasil minyak sebesar US$406,3 juta atau 51,68%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, selama periode Januari hingga Juli 2026, nilai impor migas RI meningkat US$7,40 miliar atau 40,24% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh bertambahnya impor minyak mentah senilai US$2,08 miliar atau sebesar 41,81% dan hasil minyak senilai US$5,32 miliar atau sebesar 39,66%.

(wdh)

No more pages