Logo Bloomberg Technoz

“Saya tidak melihat reli tersebut kehilangan keyakinan hanya berdasarkan pelemahan selama beberapa hari terakhir, yang pada titik tertentu memang diperkirakan terjadi mengingat kekuatan kenaikan belakangan ini,” kata Richard Galvin, Executive Chairman perusahaan investasi kripto DACM.

ETF Bitcoin spot di AS menarik sekitar US$2,4 miliar pada pekan yang berakhir 25 September, menjadi arus masuk mingguan terbesar sejak periode yang berakhir 10 Oktober, ketika arus masuk melampaui US$2,7 miliar. Hal itu terjadi sesaat sebelum aksi jual yang berlangsung sepanjang sebagian besar 2026.

Lonjakan baru-baru ini cukup untuk membawa ETF tersebut ke wilayah positif sepanjang tahun. Setelah mencatat arus keluar bersih lebih dari US$5 miliar hingga akhir Juli, dana tersebut sejak itu membalikkan tren dan kini mendekati arus masuk bersih US$1 miliar sepanjang 2026.

Kuartal yang Kuat

Bitcoin mengalami kenaikan pesat selama sebulan terakhir. Token tersebut telah melonjak sekitar 28% sejak 19 Agustus, ketika Departemen Keuangan AS mengatakan akan meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka panjang.

Bitcoin kini berada di jalur untuk mencatat kinerja kuartalan terbaiknya sejak kuartal keemoat 2024, ketika terpilihnya kembali Donald Trump, yang berkampanye dengan agenda ramah kripto, membantu Bitcoin melonjak 47%.

Pergerakan tersebut menandai pemulihan signifikan dari paruh pertama tahun ini, meskipun Bitcoin masih jauh di bawah level tertingginya pada Oktober. Token tersebut telah naik lebih dari 40% dari Juli hingga September sejauh ini, membalikkan kerugian 14% pada kuartal sebelumnya.

Bitcoin relatif tangguh menghadapi perkembangan terbaru yang dinilai berpotensi merugikan industri. Selain kenaikan suku bunga The Fed, Senat AS baru-baru ini gagal memajukan Clarity Act yang berfokus pada kripto, sebuah undang-undang yang sangat dinantikan perusahaan kripto yang menginginkan aturan lebih jelas di negara tersebut.

Kenaikan Bitcoin Kala Pasar Optimis Era Trump Berkuasa Berpihak pada Aset Kripto. dok: Bloomberg

Bitcoin juga semakin terkait dengan kondisi Treasury dan likuiditas secara lebih luas. Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi — yang kini berada di atas level sebelum pengumuman pembelian kembali pada 19 Agustus — dapat membuat aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti Bitcoin menjadi kurang menarik, terutama ketika investor memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

“Untuk Bitcoin menembus level tertinggi 2026, kemungkinan lingkungan makro yang lebih luas perlu mendukung,” kata Damien Loh, Chief Investment Officer Ericsenz Capital. Sementara itu, perusahaan kolektor Bitcoin Strategy Inc. mengatakan telah membeli kripto senilai US$142,7 juta dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, saham perusahaan tersebut turun hingga 1% seiring penurunan harga Bitcoin. Perusahaan terkait kripto lainnya juga melemah, dengan Coinbase Global Inc. turun 1,7% dan Circle Internet Group Inc. merosot 3,6%.

(red/wep)

No more pages