Adapun turut disampaikannya bahwa ke delapan fraksi DPR RI mulai dari PDI Perjuangan hingga Partai Demokrat telah, "menyetujui atau menerima RUU APBN 2027 untuk dibicarakan dalam pemibacaraan tingkat II Paripurna hari ini untuk disahkan sebagai UU."
Menutup penyampaiannya, Said lantas meminta kepada seluruh pihak untuk menjadikan APBN 2027 sebagai nyawa pembangunan dan instrumen negara untuk mempermudah hajat hidup rakyat banyak.
Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani lantas meminta persetujuan kepada hadirin yang hadir dalam Rapat Paripuran tersebut.
"Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan Belanja 2027 dapat disetujui untuk menjadi Undang-Undang?" kata dalam memimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun 2026-2027, yang ditanggapi "setuju" oleh seluruh anggota DPR RI yang hadir.
Asumsi Dasar Ekonomi Makro:
- Pendapatan negara menjadi Rp3.435,10 triliun dari Rp3.426,03 triliun
- Penerimaan perpajakan menjadi Rp2.911,95 triliun dari Rp2.907,95 triliun
- Pajak menjadi Rp2.593,35 triliun dari Rp2.591,35 triliun
- Kepabeanan dan cukai menjadi Rp318,60 triliun dari Rp316,60 triliun
- Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi Rp522,48 triliun dari Rp517,41 triliun
- Penerimaan hibah tetap Rp0,66 triliun
- Belanja negara menjadi Rp4.106,26 triliun dari Rp4.097,19 triliun
- Belanja pemerintah pusat menjadi Rp3.371,26 triliun dari Rp3.362,19 triliun
- Belanja K/L menjadi Rp1.556,89 triliun dari Rp1.504,74 triliun
- Belanja non-K/L menjadi Rp1.814,36 triliun dari Rp1.857,45 triliun
- Transfer ke daerah (TKD) tetap Rp735,00 triliun
- Keseimbangan primer tetap minus Rp20,85 triliun
- Surplus/defisit tetap minus Rp671,16 triliun
- Defisit terhadap PDB tetap 2,4%
- Pembiayaan anggaran tetap Rp671,16 triliun
Sasaran & Indikator Pembangunan Tahun 2027:
- Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,30–4,87% dari 4,30–4,87%
- Indeks Modal Manusia menjadi 0,575 dari 0,575
- Proporsi Lapangan Kerja Formal menjadi 40,81% dari 40,81%
- Tingkat Kemiskinan menjadi 6,0–6,5% dari 6,0–6,5%
- Indeks Kesejahteraan Petani menjadi 0,8038 dari 0,8038
- Penciptaan Lapangan Kerja Baru 2027 menjadi 2,57–3,49 juta orang dari 2,57–3,49 juta orang
- Penurunan Intensitas Emisi GRK menjadi 39,57% dari 39,57%
- Tingkat Kemiskinan Ekstrem menjadi 0–0,5% dari 0%
- Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 126–128 dari 126–128
- GNI per Kapita menjadi US$5.800–5.840 dari US$5.800–5.840
- Indeks Kualitas Lingkungan Hidup menjadi 76,84 dari 76,84
- Rasio Gini menjadi 0,360–0,365 dari 0,362–0,367
- Nilai Tukar Nelayan (NTN) menjadi 106–110 dari 106–110
- GNI per Kapita menjadi Rp98,54–99,22 juta dari Rp98,54–99,22 juta
(prc/ell)




























