Lewat tender sukarela itu, IMBS membidik maksimal 994.442.000 saham KETR atau setara 35% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Selepas menjadi pengendali KETR, IMBS tidak memiliki rencana untuk mengubah arah bisnis perusahaan tersebut.
KETR akan tetap menjalankan bisnis sebagai penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi, termasuk jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi serta penjualan sistem komunikasi kabel serat optim laut dan darat.
Selain itu, IMBS tidak memiliki rencana untuk mengubah status KETR dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.
Dari lantai bursa, saham KETR telah menguat 90,48% selama tiga bulan terakhir seiring dengan pengambilalihan pengendali oleh grup Sinar Mas.
Adapun, pengendali KETR saat ini adalah Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara dengan kendali 1,61 miliar saham atau setara 56,53%.
Sementara itu, pemegang saham lainnya Gema Lintas Benua menguasai 9,64%, Lyly Ekastuti memegang 1,77%, Jos Parengkuan memegang 1,16%, Rudy Susanto menguasai 1,04% dan UBS AG Singapore Branch memegang 1,02%.
(naw)






























