Logo Bloomberg Technoz

Data WHO juga menunjukkan belum ada dasar untuk menyebut subclade K sebagai penyakit baru dengan tingkat keparahan yang secara otomatis lebih tinggi. Influenza sendiri dapat menimbulkan penyakit ringan hingga berat, bergantung pada kondisi individu dan faktor lainnya.

Kondisi H3N2 Subclade K di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor PM.03.01/C/584/2026 tentang Penanggulangan Penyakit Influenza A(H3N2) Subclade K pada 4 Februari 2026.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa subclade K pertama kali terdeteksi di Indonesia pada minggu ke-36 2025, yakni periode 31 Agustus sampai 6 September 2025.

Hingga 10 Januari 2026, Kemenkes mencatat 74 kasus subclade K di 13 provinsi. Mayoritas kasus yang terpantau menunjukkan gejala klinis ringan hingga sedang.

Kemenkes juga menyebut kebutuhan terhadap dukungan oksigen, perawatan di unit perawatan intensif (ICU), intubasi, dan ventilator relatif rendah pada kasus yang dipantau.

Pada 19 Januari 2026, Kemenkes menyatakan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia terkendali dan tren kasus influenza secara nasional menunjukkan penurunan memasuki awal 2026.

Gejala Super Flu H3N2 Subclade K

Gejala yang muncul pada infeksi H3N2 subclade K pada dasarnya berkaitan dengan gejala influenza atau infeksi saluran pernapasan akut.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Demam, termasuk suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih.

  • Batuk.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

  • Pilek atau hidung berair.

  • Tubuh terasa lemah atau tidak enak badan.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

WHO menjelaskan bahwa influenza musiman dapat menyebabkan demam yang muncul secara tiba-tiba, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, serta pilek. Pada sebagian besar orang, kondisi dapat membaik dalam waktu sekitar satu minggu, meskipun batuk bisa berlangsung lebih lama.

Gejala Tidak Menentukan Subclade

Gejala saja tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi subclade K. Pasalnya, gejala influenza dapat menyerupai berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya.

Untuk memastikan jenis virus yang menginfeksi, diperlukan pemeriksaan medis dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Pencegahan H3N2 subclade K pada prinsipnya mengikuti langkah pencegahan influenza musiman. Masyarakat dapat menerapkan sejumlah kebiasaan untuk mengurangi risiko penularan.

1. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza

Vaksinasi influenza merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah influenza. Meskipun virus influenza mengalami perubahan dari waktu ke waktu, vaksinasi tetap dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit berat dan komplikasi.

WHO juga terus memperbarui rekomendasi komposisi vaksin influenza berdasarkan virus yang sedang beredar. Untuk musim 2026-2027, rekomendasi vaksin telah disesuaikan dengan perkembangan virus yang beredar, termasuk perubahan pada komponen A(H3N2).

2. Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus melalui tangan yang terkontaminasi.

3. Terapkan Etika Batuk dan Bersin

Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin. Langkah sederhana ini membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan kepada orang lain.

4. Gunakan Masker Saat Sakit

Penggunaan masker dapat dipertimbangkan ketika seseorang mengalami gejala seperti batuk atau pilek, terutama saat berada di lingkungan yang ramai atau berdekatan dengan orang lain.

5. Perhatikan Kelompok Rentan

Lansia dan orang dengan penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih karena influenza dapat menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu.

Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, terutama demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, lemas, atau nyeri otot, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

(seo)

No more pages