“Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” kata Audrey lewat keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Audrey menambahkan kinerja bisnis GOTO belakangan menunjukkan pertumbuhan positif.
“Pada kuartal II/2026, kami kembali mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut,” kata dia.
Sementara itu, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp5,7 triliun dan adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun,” tuturnya.
(naw)
No more pages





























