Logo Bloomberg Technoz

GOTO memiliki bobot terbesar dibanding deretan saham gocap lainnya.

Antrean jual saham GOTO di harga Rp50/saham juga cukup besar, mencapai 390 juta lot saham yang setara dengan nilai transaksi mencapai Rp1,9 triliun lebih pada 25 September 2026.

Menurut pandangan CGS International Sekuritas Indonesia, perubahan tersebut berdampak negatif dalam jangka pendek bagi emiten saham GOTO yang telah terkunci di Rp50/saham sejak Mei lalu.

“Penghapusan batas bawah harga Rp50 akan memungkinkan saham tersebut diperdagangkan di bawah level itu, di tengah perkiraan adanya arus keluar dana pasif (passive outflow) menyusul dikeluarkannya saham tersebut dari indeks MSCI dan FTSE baru–baru ini,” papar analis CGS International, Joanne Ong.

Dalam skenario paling konservatif (yang menurut Ong terlalu pesimistis), ditetapkan nilai nol untuk on-demand (ODS) sehingga menghasilkan nilai wajar sebesar Rp43 per saham, atau setara dengan rasio EV/EBITDA 10x untuk proyeksi tahun penuh 2026. 

“Oleh karena itu, kami memandang penurunan harga saham ke level Rp43 atau lebih rendah sebagai peluang buy–on–weakness yang sangat menarik,” tambah Ong.

Di samping itu, juga masih ada potential re-rating catalysts meliputi pertumbuhan gross transaction value (GTV) yang melampaui ekspektasi dan peningkatan lebih lanjut dalam efisiensi operasional atau dari sisi fundamental.

(red)

No more pages