Logo Bloomberg Technoz

Salah satu upaya perekrutan kembali tersebut dilaporkan menyasar mantan karyawan yang sebelumnya bekerja di bidang kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. Perekrut yang bekerja dengan organisasi yang dipimpin VP AWS Swami Sivasubramanian menghubungi sejumlah mantan karyawan melalui program yang dalam salah satu email “Swami’s Boomerang Reengagement Initiative”.

Program tersebut mengajak mantan karyawan untuk membicarakan peluang kerja baru di Amazon. Meski demikian, Amazon membantah bahwa langkah tersebut merupakan strategi perekrutan baru yang secara khusus ditujukan untuk bidang AI.

Langkah Amazon tersebut terjadi setelah perusahaan melakukan PHK besar-besaran dalam setahun terakhir. Amazon telah memangkas lebih dari 30.000 posisi melalui beberapa gelombang PHK.

Di sisi lain, Amazon masih membutuhkan tenaga kerja untuk sejumlah posisi yang dianggap penting. Salah satunya adalah bidang AI, yang saat ini menjadi area persaingan perekrutan antara perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, OpenAI dan Anthropic.

Perekrutan kembali mantan karyawan atau boomerang hiring juga terjadi di tengah gelombang PHK yang lebih luas di industri teknologi.

Meta telah melakukan PHK terhadap sekitar 8.000 karyawan pada tahun ini. Microsoft juga baru-baru ini memangkas 4.800 posisi, sementara Oracle telah mengurangi sekitar 21.000 posisi dalam setahun terakhir.

(mef/wep)

No more pages