Logo Bloomberg Technoz

IHSG dibuka menguat pagi tadi, tetapi langsung berbalik arah hingga melemah dan terpeleset di zona merah. Pelemahan IHSG tertekan sentimen global maupun domestik, seperti yang dipapar Panin Sekuritas siang hari ini, di antaranya: kenaikan yield obligasi AS yang menyentuh level 5,205%, level tertinggi dalam beberapa tahun, meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25bps pada pertemuan Oktober 2026 menjadi 70,86% dari yang 68,64% sehari sebelumnya, dan pelemahan IDR/USD.

Kekhawatiran investor belakangan ini meningkat, sebut Phillip Sekuritas Indonesia, terlihat dari semakin meluasnya aksi jual di pasar US Treasury, yang merupakan pasar obligasi pemerintah terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

“Tembusnya yield US Treasury note bertenor 10 tahun ke atas 5% bulan ini, kondisi yang jarang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, membuat investor kini mewaspadai angka 6% sebagai ambang batas tekanan berikutnya yang jika tertembus berpotensi mengguncang pasar keuangan dan dunia korporasi AS,” mengutip Phillip Sekuritas dalam catatan terbarunya, Kamis (25/9/2026).

(fad)

No more pages