Logo Bloomberg Technoz

Adapun, perjanjian jual-beli emas tersebut mencakup mekanisme pengiriman secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesepakatan HRTA dan PTFI.

Setiap pengiriman disertai dokumen pendukung seperti sertifikat uji kadar (assay certificate), sertifikat berat, serta manifesto kemasan (packaging manifest) yang mencantumkan nomor seri dan berat emas. 

Transaksi awal oleh HRTA telah dilakukan melalui pembelian sebanyak 50 kg emas berbentuk 1 kg cast bars dan telah diserahkan ke fasilitas HRTA di Bandung pada 16 September 2026.

“Kerja sama ini juga memperkuat posisi HRTA dalam membangun rantai pasok emas yang makin terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku, pemurnian dan manufaktur hingga distribusi produk emas batangan dan perhiasan,” terang Sandra.

Selain HRTA, pembeli atau offtaker utama emas Freeport dari fasilitas PMR di Gresik tercatat berasal dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau Antam.  

Dengan Antam, Freeport tercatat menjual 30 ton emas batangan per tahun dengan kemurnian 99,99% dengan rentang yang disepakati untuk periode 5 tahun dan estimasi transaksi sekitar US$12,5 miliar.

Freeport-McMoRan Inc. (FCX) sebelumnya melaporkan produksi emas PTFI sepanjang semester I-2026 mencapai 276.000 ons, turun 53,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 595.000 ons.

Penjualan emas PTFI pada semester I-2026 tercatat sebesar 234.000 ons atau turun 63,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebanyak 643.000 ons.

Dari segi harga rata-rata penjualan emas, sepanjang Januari—Juni 2026 tercatat sebesar US$4.709 per ons atau naik 44,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$3.260 per ons.

“Penurunan ini mencerminkan masih rendahnya tingkat operasi PTFI selama proses peningkatan produksi atau phased ramp-up di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave,” tulis manajemen FCX dalam laporan keuangan terbarunya, awal Agustus.

(wdh)

No more pages