Perusahaan-perusahaan raksasa di bidang hiburan, termasuk Netflix, Apple Inc., Comcast Corp., dan Paramount Skydance Corp., semuanya menaikkan harga langganan streaming dalam upaya meningkatkan profitabilitas. Biaya langganan Disney+ telah terus meningkat sejak versi bebas iklan pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 dengan harga US$6,99.
Pada bulan Agustus, Disney melaporkan bahwa laba operasional dari divisi hiburan yang menaungi studio film perusahaan, jaringan TV non-olahraga, dan Disney+ melonjak 64% pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh peningkatan jumlah langganan dan margin laba dua digit di bisnis video daring.
Awal bulan ini, Disney menunjuk Adam Smith sebagai ketua tunggal unit direct-to-consumer Disney, yang mencakup layanan streaming hiburan perusahaan. Manajemen telah memulai perombakan operasional yang mulai membuahkan hasil berupa peningkatan waktu yang dihabiskan pengguna di Disney+.
Disney juga menunjuk Karandeep Anand ke posisi baru sebagai kepala teknologi (chief technology officer), yang bertanggung jawab langsung kepada CEO Josh D’Amaro, yang telah menjadikan modernisasi interaksi konsumen sebagai prioritas. Dalam panggilan konferensi dengan para investor bulan lalu, D’Amaro mengatakan bahwa Disney+ akan berkembang menjadi wadah untuk merchandise, game, dan pengalaman, selain film dan acara TV, mulai musim semi 2027.
Toy Story 5, film terbaru dalam seri Pixar yang populer, tayang perdana di layanan tersebut pada hari Rabu.
(bbn)






























