ASAKI, kata dia, telah menerima laporan sekitar lima hingga enam perusahaan telah menurunkan kapasitas produksi karena kesulitan menyesuaikan penggunaan gas dengan kuota harian.
“Kalau kapasitas turun sebanyak 40-50 persen, otomatis karyawan akan di-lay-off atau dirumahkan,” kata Edy, seraya memperingatkan jika pembatasan berlanjut hingga bulan depan tanpa solusi, ancaman PHK dapat semakin besar.
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Apalagi, kata Edy, industri juga belakangan masih menghadapi persoalan pasokan gas industri di wilayah Jawa Barat belum selesai. Industri juga harus menelan pil pahit dengan rencana partial shutdown (penghentian sementara) hingga total shutdown bagi sejumlah industri di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan surat pemberitahuan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang diterima pelaku industri, pada tanggal 26-27 September akan dilakukan partial shutdown, namun masih menunggu persetujuan dari SKK Migas.
Selanjutnya, pemasok gas menjadwalkan partial shutdown pada 1-14 Oktober 2026, disusul total shutdown pada 24-30 Oktober 2026. Artinya, dalam kurun waktu tersebut tidak ada pasokan gas sedikit pun yang mengalir ke industri.
Pemeliharaan juga direncanakan berlangsung pada Desember 2026 selama 6 (enam) hari dengan skema partial shutdown. "Ini yang sedang terjadi di industri keramik nasional. Persoalan di Jabar belum selesai, datang kembali persoalan yang lebih genting di Jatim,” tegasnya.
Edi berharap pemerintah dan PGN dapat duduk bersama dengan pelaku industri untuk mencari solusi atas persoalan pasokan energi, baik dari sisi ketersediaan maupun harga.
Salah satunya lewat usulan penerapan Domestic Market Obligation (DMO) untuk gas bumi sehingga kebutuhan industri dalam negeri mendapat kepastian pasokan sebelum gas diekspor. ASAKI juga membuka opsi agar PGN dapat melakukan impor gas apabila pasokan domestik tidak mencukupi.
"Penurunan pasokan gas bumi ini memberikan dampak berantai yang sangat memukul industri. Sebagian lini produksi sudah dimatikan dan sebagian tenaga kerja sudah dirumahkan," tutur dia.
"Ini sudah berada di ambang PHK. Kalau pasokan gas tidak dikembalikan ke kondisi normal secepatnya dalam minggu ini, PHK sepertinya tidak terhindarkan."
(ain)






























