Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 1,69%, Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
12 August 2026 17:45

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini, Rabu (12/8/2026), dengan mencatat penguatan yang amat optimistis. Indeks Komposit ditutup menguat 1,69% di posisi 6.373.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor dua di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan KOSPI (Korea Selatan) yang melejit 3,68%, Shenzhen Comp. (China) 1,14%, Ho Chi Minh Stock (Vietnam), 1,11%, TOPIX (Jepang) 0,94%, TAIEX (Taiwan) 0,88%, NIKKEI 225 (Jepang) 0,83%, hingga KLCI (Malaysia) yang menguat 0,59%.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 12 Agustus 2026 (Bloomberg)

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan sejak pagi tadi dengan keberhasilan menutup hari di level tertinggi 6.373. Adapun level terendah 6.272.


Volume transaksi tercatat mencapai 34,46 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp17,38 triliun, dan frekuensi yang terjadi sebanyak 2,09 juta kali diperjualbelikan. Adapun sebanyak 452 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 175 saham melemah. Sedang lainnya 168 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG pada perdagangan hari ini. Saham–saham infrastruktur, saham energi, dan saham barang baku mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 4,73%, 3,35% dan 2,34%.