Dari situ terlihat, tidak sedikit saham-saham konglomerasi yang bakal terdepak. Contoh, RATU yang dikendalikan oleh pengusaha Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro. Kemudian, ada AVIA milik Hermanto Tanoko dan ESSA yang merupakan emiten kongsi Chander Vinod Laroya dan Boy Thohir.
Di sisi lain, CPIN diperkirakan masuk ke kelompok Small Cap setelah mengalami penurunan status dari Standard Cap.
Di tengah penantian hasil review, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap MSCI dan penyedia indeks global lainnya dapat kembali memasukkan lebih banyak saham Indonesia ke dalam portofolio mereka.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan regulator terus mendorong transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar Indonesia.
“Kita berharap dengan seluruh perkembangan agenda transparansi dan reformasi integritas di pasar modal, tidak dalam waktu lama para index provider global dapat secara fair melihat kelayakan itu,” kata Hasan kepada awak media di Jakarta, Senin (10/8/2026).
(dhf)































