Logo Bloomberg Technoz

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump yakin berada dalam posisi tawar yang kuat dan tidak terburu-buru mencapai kesepakatan, tetapi menolak menggambarkan dinamika perundingan yang sedang berlangsung. Menurut pejabat tersebut, AS melihat tuntutan Iran terus berubah dan meyakini Teheran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar serta perselisihan antarfraksi. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim untuk memberikan gambaran mengenai pertimbangan pemerintah.

Meski pejabat Iran mengisyaratkan bahwa Teheran dan Oman mungkin mendekati kesepakatan, belum jelas apakah kesepakatan tersebut akan segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, atau kondisi apa yang mungkin diberlakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur perairan tersebut.

Mohsen Rezaee, yang baru ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, tampaknya menekankan perbedaan tersebut. Dia mengatakan setiap kesepakatan dengan Oman terkait pengelolaan jalur perairan akan tetap terpisah dari penutupan Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita pemerintah IRIB.

Iran juga menyampaikan sejumlah persyaratan tambahan kepada Washington melalui mediator, selain tuntutan agar AS mengakhiri perang dan mencairkan aset Iran yang diblokir, kata Rezaee seperti dikutip IRIB. Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Duta Besar China untuk Iran Cong Peiwu di Teheran.

Harga minyak sedikit menguat pada Selasa, dengan minyak mentah AS ditutup di sekitar US$83 per barel, saat para pedagang mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah dan kemungkinan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran belum akan tercapai dalam waktu dekat.

“Para mediator berupaya mengembalikan semuanya ke jalur yang benar, tetapi pelaksanaannya jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” kata Ali Vaez, wakil direktur program di International Crisis Group.

“Bahaya yang muncul adalah Washington mungkin melihat kepatuhan Iran sebagai prasyarat untuk menjalankan MoU, sementara Teheran memandang pelaksanaan oleh AS sebagai prasyarat untuk melanjutkan perundingan—sehingga kembali menciptakan jebakan urutan yang persis sama yang sebelumnya membantu menggagalkan kesepakatan tersebut,” tambahnya.

Iran hampir pasti akan menolak tuntutan terbaru Trump, yang dikatakan pemimpin AS itu akan dimasukkan “secara tegas ke dalam setiap dan semua perundingan di masa depan.” Saling lempar tuntutan tersebut tampaknya mengurangi peluang kedua pihak yang bertikai mencapai kesepakatan segera mengenai jalur perairan tersebut. Sebelum konflik dimulai pada 28 Februari, sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia mengalir melalui Selat Hormuz.

Sebagai tanda ketegangan yang masih berlangsung, sebuah helikopter Angkatan Laut AS menembakkan rudal ke kapal kargo berbendera Panama yang berupaya menerobos blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Selasa dini hari, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan. Tembakan yang diarahkan ke ruang mesin kapal tersebut bertujuan melumpuhkan sistem kemudinya, kata CENTCOM.

Angkatan Laut Inggris mengatakan menerima laporan pada Selasa mengenai insiden yang melibatkan sebuah kapal kontainer dan pasukan militer di Teluk Oman, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Inggris juga menerima laporan mengenai insiden di lepas pantai Laut Merah Yaman, ketika sebuah kapal kargo melaporkan terkena proyektil yang tidak diketahui dan menyebabkan sejumlah korban.

Kontrak berjangka diesel Eropa melonjak lebih dari 10% setelah kilang-kilang di Libya dan Rusia diserang, yang semakin memperketat pasokan bahan bakar tersebut, yang dianggap sebagai penggerak utama perekonomian global. Arab Saudi memadamkan kebakaran di kilang minyak Jazan pada Minggu dini hari, kata Kementerian Energi negara tersebut. Beberapa jam kemudian, kelompok militan Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas tersebut.

“Wilayah ini tidak bisa selamanya berada dalam kondisi tidak berperang maupun berdamai,” tulis Anwar Gargash, penasihat diplomatik senior Presiden Uni Emirat Arab, dalam unggahan di X. “Stabilitas dan masa depan masyarakatnya membutuhkan kejelasan visi dan arah.”

(bbn)

No more pages