Logo Bloomberg Technoz

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus memonitor perkembangan perekonomian dunia, yang memang masih penuh ketidakpastian. Resesi di Jepang adalah faktor risiko yang juga mendapat atensi dari pemerintah.

“Ya tentu, antisipasinya jaga komoditas ekspor kita, jaga market luar, dan kemudian juga kita melihat bahwa ke depan kita harus buka pasar baru antara lain dengan keanggotaan kita di multilateral agency, termasuk Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD),” papar Airlangga.

Peran Jepang di Indonesia

Seberapa pentingkah Jepang bagi Indonesia? Seberapa besar pengaruh resesi di Jepang terhadap perekonomian Tanah Air?

Dampak resesi Jepang terhadap Indonesia setidaknya bisa dilihat dari 2 sisi. Pertama adalah perdagangan.

Jepang adalah salah satu negara mitra dagang utama Indonesia. Pada 2023, total ekspor Indonesia ke Jepang bernilai US$ 20,79 miliar. 

Jepang menempati peringkat ketiga negara tujuan ekspor Indonesia, hanya kalah dari China (US$ 64,94 miliar) dan Amerika Serikat (US$ 23,25 miliar).

Sumber: BPS

Ketika Jepang resesi, maka sangat mungkin permintaan domestik melemah. Saat permintaan melemah, maka kebutuhan untuk mendatangkan barang dari luar negeri akan berkurang, termasuk dari Indonesia.

Sisi kedua adalah investasi. Mengutip catatan National Single Window for Investment (NSWI), nilai investasi dari Jepang sepanjang 2023 adalah US$ 8,2 miliar yang tersebar di 10.375 proyek. Jepang adalah investor Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar keempat di Ibu Pertiwi.

Belanja modal di Jepang masih sangat lemah, di mana pada kuartal IV-2023 mengalami kontraksi 0,1%. Saat belanja modal masih seret, maka agak sulit mengharapkan Jepang bisa banyak berinvestasi di Indonesia.

Ekspor dan investasi adalah penyumbang besar dalam pembentukan PDB Indonesia. Pada 2023, kontribusinya masing-masing adalah 21,75% dan 29,33% atau lebih dari 50%.

Jika resesi di Jepang sampai mempengaruhi kinerja ekspor dan investasi], maka pada akhirnya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Akan menjadi sulit untuk memacu ekonomi tumbuh lebih tinggi.

"Kita memang tidak bisa lepas dari apa yang terjadi di global. Menjadi sangat penting bagaimana ekonomi global karena semua sudah saling terkait, Pertumbuhan ekonomi 2024 akan trending down untuk global,," kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2024, belum lama ini.

(aji/wdh)

No more pages