Logo Bloomberg Technoz

"Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia," ungkap Bahlil dalam agenda peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi lapangan Maha-South di Kalimantan Timur, medio pekan ini.

Tanker gas alam cair./dok. Bloomberg

Bahlil juga menyoroti sikap beberapa pihak asing yang hanya datang bernegosiasi saat membutuhkan pasokan energi dari Indonesia.

Namun, ketika muncul isu atau kendala lain yang seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog secara baik-baik, negara-negara tersebut justru menunjukkan sikap yang terkesan mengabaikan etika berdiplomasi.

Dia menganalogikan tindakan negara mitra yang hanya datang saat butuh dan mengabaikan etika diplomasi ketika ada masalah layaknya pihak yang tidak tahu adat.

"Itulah asas kesetaraan. Jangan pada saat mereka butuh baru mereka datang untuk memohon, pada saat ada persoalan lain yang sesungguhnya mampu dibicarakan baik-baik saja, seperti saudara yang tidak tahu adat saja," kata Bahlil.

Guna melihat seberapa besar porsi pasokan yang berpotensi terdampak oleh kebijakan evaluasi ekspor tersebut, berikut adalah perincian profil kinerja ekspor gas alam Indonesia ke lima pasar tujuan terbesar berdasarkan tren volume dan nilai data BPS terkini:

1. Jepang

Jepang secara konsisten menjadi salah satu mitra utama dan tujuan ekspor gas alam (terutama LNG) terbesar Indonesia.

Pasokan gas ke Jepang ditopang oleh kontrak jangka panjang dari Kilang LNG Badak di Bontang, Kalimantan Timur, serta proyek penunjang migas lainnya.

Berdasarkan data acuan volume tahunan BPS, volume pengiriman gas alam ke Jepang berada di kisaran 3,79 juta ton per tahun.

Pada periode akumulatif Januari—Agustus 2026, proporsi pengiriman gas ke Jepang diperkirakan menyumbang sekitar 25%—28% dari total ekspor gas alam nasional, atau setara dengan estimasi nilai ekspor sekitar US$1,07 miliar hingga US$1,20 miliar. 

Permintaan gas oleh sektor industri dan pembangkit listrik di Jepang mempertahankan posisi negara ini di urutan teratas, meskipun realisasi pengiriman pada 2026 tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi global dan penyesuaian alokasi domestik.

2. China

China merupakan pasar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang sangat signifikan bagi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi dan transisi energi bersih di China mendorong permintaan tinggi terhadap pasokan gas dari kilang LNG Tangguh di Papua Barat. Secara tahunan, volume ekspor gas alam Indonesia ke China mencapai sekitar 3,72 juta ton. 

Pada periode Januari—Agustus 2026, kontribusi ekspor gas ke China diperkirakan mencapai nilai antara US$1 miliar hingga US$1,15 miliar, yang menempatkannya bersaing ketat dengan Jepang di posisi teratas. 

Kehadiran kontrak LNG Tangguh Train 1, 2, dan pasokan tambahan Train 3 memegang peranan vital dalam menjaga kestabilan pasokan gas ke China sepanjang 2026.

3. Singapura

Berbeda dengan Jepang dan China yang berbasis LNG, Singapura mengimpor gas alam dari Indonesia sebagian besar melalui pipa (piped natural gas). Pasokan disalurkan dari ladang gas di Lepas Pantai Sumatra Selatan, Natuna, dan Kepulauan Riau.

Volume ekspor gas alam tahunan ke Singapura tercatat sekitar 3,50 juta ton (setara volume kompresi). 

Untuk rentang Januari—Agustus 2026, estimasi nilai ekspor gas pipa ke negara tetangga ini mencapai kisaran US$900 juta hingga US$1,00 miliar. 

Pasokan gas pipa ini digunakan Singapura sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik dan kebutuhan jaringan industri.

4. Korea Selatan

Korea Selatan menempati posisi keempat sebagai pembeli utama produk gas alam cair dari Indonesia. Hubungan dagang di sektor energi antara kedua negara telah terjalin lama melalui kesepakatan komersial jangka panjang.

Berdasarkan pencatatan BPS, volume ekspor gas alam ke Korea Selatan berkisar di angka 1,10 juta hingga 1,30 juta ton per tahun. 

Sepanjang delapan bulan pertama (Januari—Agustus) 2026, nilai ekspor gas ke Korea Selatan diperkirakan berkontribusi sekitar US$300 juta hingga US$380 juta. 

Sebagian besar impor LNG oleh Korea Selatan dimanfaatkan untuk kebutuhan pemanas dan kelistrikan.

5. Taiwan

Taiwan melengkapi jajaran 5 besar pasar tujuan utama ekspor gas alam Indonesia. 

Pasokan LNG ke Taiwan umumnya dialokasikan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pengoperasian berbagai sektor manufaktur berbasis teknologi tinggi.

Volume ekspor gas alam tahunan ke Taiwan berada di rentang 0,90 juta hingga 1,10 juta ton. 

Untuk periode Januari—Agustus 2026, estimasi nilai ekspor yang berhasil dibukukan mencapai sekitar US$250 juta hingga US$320 juta. Kontrak kargo LNG ke Taiwan membantu menjaga keseimbangan diversifikasi pasar ekspor energi Indonesia di kawasan Asia Timur.

(smr/wdh)

No more pages