Berdasarkan segmen bisnis, kredit wholesale Bank Mandiri tumbuh 20,2% YoY menjadi Rp1.188 triliun. Ekspansi tersebut diikuti kualitas kredit yang terjaga, dengan rasio non-performing loan (NPL) pada segmen ini sebesar 0,36%.
Pembiayaan kepada ekosistem pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN) juga mencatat pertumbuhan tinggi, yakni 23,8% YoY menjadi Rp473 triliun. Pembiayaan tersebut mendukung berbagai agenda strategis, termasuk pembangunan infrastruktur, energi, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas layanan publik.
Sementara itu, kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi tumbuh 18,5% YoY menjadi Rp910 triliun. Rasio NPL pada ekosistem pemerintahan dan BUMN tercatat sebesar 0,15%, sedangkan NPL pada ekosistem bisnis penopang ekonomi sebesar 0,47%.
Ekspansi kredit wholesale turut mendorong pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta konsumen yang terhubung dengan ekosistem tersebut. Kredit pada segmen turunan ini tumbuh 9% YoY menjadi Rp174 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit UMKM di luar ekosistem yang sebesar 1%.
Dari sisi kualitas, NPL pembiayaan pada ekosistem turunan wholesale berada di level 0,9%, lebih rendah dibandingkan rata-rata NPL segmen ritel sebesar 2%.
Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan kredit usaha mikro sebesar 12,9% YoY menjadi Rp31,2 triliun hingga September 2026. Pembiayaan tersebut menjangkau 37 provinsi di Indonesia.
Kualitas Aset Membaik
Di tengah ekspansi kredit, Bank Mandiri mencatat perbaikan kualitas aset. Rasio NPL gross turun menjadi 0,98% pada September 2026, dibandingkan 1,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan juga terlihat pada kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (kolektibilitas 2), yang turun 47 basis poin secara tahunan menjadi 2,88%. Sementara itu, rasio NPL net tercatat sebesar 0,38%, dengan NPL coverage ratio mencapai 243%.
Adapun cost of credit berada di level 0,55%, naik 4 basis poin secara tahunan. Manajemen menyatakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyeimbangkan pertumbuhan kredit, pengelolaan risiko, dan kecukupan pencadangan.
(fik/del)


























