Bank Mandiri sebelumnya membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun pada 2 Oktober 2026. Pembayaran tersebut menjadi bagian dari kebijakan perseroan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan modal dan keberlanjutan bisnis.
Di sisi lain, hingga September 2026, kredit Bank Mandiri secara bank-only tumbuh 16% secara tahunan, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17,7%. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp45,5 triliun, tumbuh 20,7% secara tahunan.
Kinerja tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan permodalan. Ke depan, kemampuan Bank Mandiri mempertahankan CAR dalam kisaran yang ditetapkan akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kredit dan kebijakan pengembalian modal kepada pemegang saham.
(fik/del)
























