Logo Bloomberg Technoz

“Di atas 95%—96%. Terpenuhi kok tahun ini,” tambahnya.

Meski tingkat ketersediaan terbilang aman, Anas mengungkapkan bahwa faktor gangguan teknis masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kelancaran distribusi.

Potensi hambatan tersebut dapat berasal dari perbaikan terencana (planned shutdown) maupun penghentian operasi mendadak (unplanned shutdown). 

Dia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap agenda perawatan fasilitas berdurasi panjang agar tidak mengganggu kontinuitas pasokan gas ke konsumen.

“Harusnya sejauh ini oke. Kecuali mungkin karena ada gangguan-gangguan unplanned. Itu yang sedikit agak mengganggu,” tutur Anas.

Kendati demikian, pihak manajemen belum membeberkan secara terperinci nilai kontrak, total volume fisik yang diangkut, jadwal penyerahan setiap kargo, maupun kalkulasi total kebutuhan gas PGN pada 2026 yang menjadi acuan target pemenuhan pasokan tersebut.

Sebelumnya, perusahaan patungan atau joint venture (JV) PGN dengan Pertamina, PT Nusantara Regas (NR), telah mencatatkan realisasi penerimaan LNG hingga kuartal III-2026 mencapai 96,7 juta MMBtu atau setara 33 kargo LNG, dengan tingkat penyaluran gas regasifikasi mencapai 96,5 juta MMBtu. 

Capaian ini menjadi bukti konsistensi keberlanjutan pasokan energi bagi konsumen strategis PGN di wilayah Jawa bagian barat.

Direktur Utama PT Nusantara Regas, Mohd. Iskandar Mirza, menegaskan bahwa pencapaian positif tersebut lahir dari optimasi operasional berkelanjutan demi menjaga ketahanan energi nasional.

“Seiring dengan kebutuhan gas bumi yang terus berkembang, kami berkomitmen memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran penyaluran energi guna mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Mirza dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Mirza menambahkan perseroan memegang peranan krusial sebagai penyokong utama infrastruktur penyaluran gas PGN, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Untuk diketahui, Nusantara Regas merupakan JV di mana PGN memiliki kepemilikan saham minoritas sebesar 40%, sementara 60% saham utamanya dipegang oleh PT Pertamina (Persero).

Melalui fasilitas terminal terapung dan regasifikasi atau floating storage and regasification unit (FSRU) Jawa Barat yang dikelolanya, Nusantara Regas menerima LNG dalam bentuk cair dari berbagai kilang pasokan untuk kemudian diubah kembali menjadi gas (regasifikasi).

Gas hasil proses regasifikasi ini selanjutnya disalurkan melalui jaringan pipa utama PGN untuk memenuhi kebutuhan strategis konsumen industri serta ketersediaan pasokan listrik nasional.

(smr/wdh)

No more pages