Adapun valuasi ISG dengan pendekatan Price-Earnings Ratio (P/E) ada di 11,71 kali. Dari pendekatan Price-Book Value (P/B) adalah 1,43 kali.
Berikut adalah saham-saham yang menjadi top movers pada perdagangan kemarin:
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 13,25 poin.
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 11,96 poin.
-
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 8 poin.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang 7,37 poin.
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 6,21 poin.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana prediksi gerak IHSG untuk hari ini, Jumat 23/10/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), IHSG masih tersangkut di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 33. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Adapun indikator Stochastic RSI ada di 57. Menghuni area beli (long) tetapi belum terlalu kuat.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG sepertinya berisiko melemah. Cermati pivot point di 5.281.
Dari situ, ada kemungkinan IHSG akan menguji Moving Average (MA) 5 di 5.235. Target paling pesimistis ada di 5.090.
Namun andai IHSG masih kuat menanjak, maka 5.400 rasanya bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek IHSG dengan target paling optimistis di 5.542.
(aji)


























