Logo Bloomberg Technoz

Di tengah rencana pembelian kembali saham, BRI memastikan aksi korporasi tersebut tetap memperhitungkan kemampuan perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat.

Berdasarkan perhitungan pro forma setelah memperhitungkan buyback Tahap II, indikator keuangan konsolidasian BRI per 30 Juni 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,42%.

Sementara itu, tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,80%. Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari gambaran kondisi keuangan perseroan setelah memperhitungkan rencana aksi korporasi.

Kecukupan modal menjadi salah satu aspek penting bagi bank dalam menjalankan fungsi intermediasi, termasuk menyalurkan kredit dan mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun dunia usaha.

Dengan mempertahankan struktur permodalan yang memadai, BRI menyatakan tetap mempertimbangkan kebutuhan ekspansi bisnis serta kemampuan menghadapi risiko di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan.

Pelaksanaan buyback juga akan mempertimbangkan harga saham yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan. Dengan demikian, pembelian kembali saham akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar serta ketentuan yang berlaku.

Saham Buyback Disiapkan untuk Program Kepemilikan

BRI merencanakan penggunaan saham hasil buyback Tahap II untuk program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau anggota Direksi serta Dewan Komisaris perseroan.

Rencana pengalihan saham tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penggunaan saham hasil pembelian kembali untuk program kepemilikan saham menjadi bagian dari rencana BRI dalam mengelola saham yang diperoleh melalui aksi korporasi tersebut.

Di sisi lain, keputusan pembelian kembali saham juga perlu dilihat bersama dengan kondisi fundamental dan kebutuhan permodalan perseroan. Bagi perusahaan perbankan, pengelolaan modal tetap menjadi pertimbangan penting agar aktivitas bisnis dan penyaluran kredit dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui rencana buyback senilai maksimal Rp1 triliun ini, BRI berupaya mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kecukupan modal, serta tata kelola perusahaan yang baik.

(tim)

No more pages