Logo Bloomberg Technoz

Chief Legal Officer Meta, C.J. Mahoney, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa “kami yakin akan menang dalam banding ini.”

“Putusan ini, serta pendekatan Jaksa Agung dalam penegakan hukum ini, membuat hampir mustahil bagi kami untuk menjalankan bisnis di negara bagian New Mexico. Intinya, gugatan ini berusaha mengenakan pajak atas kebebasan berbicara untuk memaksakan aturan baru mengenai apa yang boleh dikatakan orang di dunia maya,” terang dia.

Jumlah denda tersebut jauh melebihi pendapatan tahunan rata-rata New Mexico — pada tahun fiskal 2028, negara bagian ini diproyeksikan akan memperoleh pendapatan dana umum US$14,8 miliar. Negara bagian tersebut sudah berada dalam kondisi keuangan yang baik, dan telah menaikkan proyeksi pendapatannya. Denda US$25 miliar tersebut akan dikenakan bunga 15% per tahun hingga seluruh jumlah denda telah dilunasi.

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez (D) mengatakan dalam konferensi pers bahwa denda tersebut merupakan “salah satu putusan terbesar, jika bukan yang terbesar, yang dijatuhkan oleh satu negara bagian terhadap sebuah perusahaan dalam sejarah Amerika.”

“Putusan ini seharusnya menjadi sinyal, pesan yang sangat jelas bagi siapa pun di Silicon Valley dan di luar sana bahwa New Mexico akan tetap teguh dan membawa kasus ini ke pengadilan,” katanya.

Penyelesaian Kasus

Sidang selama dua minggu di Pengadilan Distrik Yudisial Pertama New Mexico berfokus pada tuduhan dari pihak negara bagian bahwa Meta telah berbohong kepada pengguna Facebook mengenai kebijakan privasinya terkait cara penanganan data mereka pasca kebocoran data Cambridge Analytica hampir satu dekade lalu.

Jaksa Agung juga mengemukakan tuduhan bahwa perusahaan tersebut menipu publik mengenai keputusan moderasi konten dan kebijakan ujaran kebenciannya, dengan menunjukkan bukti bahwa akun-akun terkenal tertentu tidak diperlakukan dengan standar peninjauan yang sama seperti pengguna biasa.

Para juri menyaksikan kesaksian dalam bentuk rekaman video dari Chief Executive Officer Mark Zuckerberg dan mantan Chief Operation Officer Sheryl Sandberg.

Meta telah bersedia membayar jumlah besar untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terkait dengan kebocoran data Cambridge Analytica.

Perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California, ini membayar US$5 miliar untuk menyelesaikan sengketa dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) pada tahun 2019, dan menandatangani kesepakatan senilai US$725 juta pada tahun 2022 untuk menyelesaikan gugatan class action konsumen. Meta membayar $459 juta dalam kesepakatan musim panas ini untuk menyelesaikan kasus-kasus dari 46 negara bagian dan dua wilayah.

Namun, New Mexico telah menjadi duri yang sangat merugikan bagi Meta, karena negara bagian tersebut memilih untuk tidak bergabung dengan koalisi Jaksa Agung negara bagian yang menuntut perusahaan tersebut dan malah menanganinya sendiri.

Putusan denda untuk New Mexico ini muncul beberapa bulan setelah negara bagian tersebut menjadi yang pertama di Amerika Serikat yang memenangkan putusan juri terhadap Meta terkait tuduhan bahwa Facebook dan Instagram merugikan kesehatan mental remaja serta memicu eksploitasi seksual anak.

Sidang yang digelar awal tahun ini menghasilkan denda perdata US$375 juta, diikuti dengan pembayaran tambahan sebesar US$567 juta yang harus dibayarkan Meta kepada negara bagian tersebut untuk mendirikan program-program yang bertujuan mengatasi krisis kesehatan mental remaja.

(bbn)

No more pages