Logo Bloomberg Technoz

Kontribusi dari Eni ini dinilai sangat krusial untuk menopang target produksi siap jual atau lifitng minyak dan kondensat nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.

Bahlil menambahkan, saat ini, capaian lifting minyak nasional masih berada di kisaran 600.000 bph. Pemerintah menargetkan produksi nasional dapat meningkat secara bertahap hingga menyentuh angka 900.00 sampai 1 juta bph pada periode 2029—2030.

"Sekarang lifting kita berada di angka 600.000-an. Insyaallah, doakan dengan penambahan yang ada, target dari Bapak Presiden untuk mencapai 900.000 barel sampai dengan 1 juta barel pada 2029—2030, salah satu kontribusinya adalah dari Eni," ujar Bahlil.

Melalui koordinasi intensif bersama Bahlil menyebut Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pemerintah optimistis percepatan pengembangan blok-blok migas milik Eni dapat berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Target produksi gas Eni sebesar 3.000 MMscfd atau setara dengan 3 Bcfd yang diproyeksikan tercapai menjelang akhir dekade ini merupakan akumulasi dari mega proyek migas yang sebagian besar terkonsentrasi di Cekungan Kutai (Kutai Basin), lepas pantai Kalimantan Timur.  

Fondasi utamanya ditopang oleh North Hub (Kutai Northern Hub) yang diproyeksikan memberikan kontribusi terbesar sekitar 1.000 MMscfd dari penemuan raksasa Geng North dan struktur Gehem, serta South Hub (Kutai Southern Hub) hasil akuisisi proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dari Chevron yang menyumbang sekitar 500—700 MMscfd dari pengembangan Lapangan Gendalo dan Gandang. 

Kedua hub baru ini secara akumulatif ditargetkan memasok sekitar 1.700—2.000 MMscfd gas ke sistem nasional. 

Kontribusi berikutnya berasal dari basis produksi eksisting yang masih beroperasi kuat di Blok Muara Bakau dan East Sepinggan melalui fasilitas Floating Production Unit (FPU) Jangkrik, yang menampung aliran gas dari Lapangan Jangkrik Complex, Merakes, dan temuan Merakes East dengan proyeksi pasokan sebesar 500–600 MMSCFD.

Penambahan dari temuan-temuan eksplorasi baru yang masuk dalam rencana pengembangan (field development plan), seperti Blok Geliga (Geliga-1) di Blok Ganal dengan estimasi cadangan mencapai 5 TCF, akan menyumbangkan sisa kapasitas produksi sekitar 300—500 MMscfd.

Berikut perincian blok migas utama, lapangan pendukung, yang digarap Eni saat ini:

1. Blok Ganal (Wilayah Kerja Ganal)

Blok ini menjadi salah satu primadona baru karena menyimpan potensi jumbo. Di dalamnya terdapat Sumur Geng North (yang masuk dalam pengembangan North Hub) serta temuan raksasa terbaru pada sumur Geliga-1 (diperkirakan menyimpan cadangan gas hingga sekitar 5 TCF).

2. Blok Muara Bakau

Merupakan rumah bagi Lapangan Jangkrik dan Merakes (termasuk Merakes East) yang sudah menjadi tulang punggung produksi Eni saat ini.

3. Blok Rapak (Proyek IDD - Indonesia Deepwater Development)

Mencakup pengembangan Lapangan Gendalo dan Gandang yang diintegrasikan sebagai South Hub. Eni telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ini guna mendongkrak suplai gas secara masif.

4. Blok Gehem & Wilayah Eksplorasi Lainnya di Cekungan Kutai

Integrasi struktur Gehem dan wilayah kerja kerja sama strategis lainnya di sekitar cekungan turut menopang ketahanan pasokan gas jangka panjang Eni di Indonesia.

(smr/wdh)

No more pages