Logo Bloomberg Technoz

"Justru tindakan seperti itu penontonnya ramai, visinya ramai, kemudian brand-brand juga meng-endorse dia. Itu kita laporkan kembali, masih sedang berproses," katanya.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perlindungan Anak sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia, Imaculata Umiyati, menyoroti perilaku orang dewasa yang masih merendahkan anak berkebutuhan khusus.

Menurut Imaculata, penghinaan terhadap anak penyandang disabilitas tidak hanya datang dari anak-anak seusianya, tetapi juga orang tua yang seharusnya memberikan pemahaman tentang pentingnya menghargai perbedaan.

"Sebetulnya yang paling banyak ngejek disabilitas adalah orang tua. Saya di dunia kebutuhan khusus, jadi saya ikutin banget media sosial itu," ujar Imaculata.

Dia mencontohkan komentar di media sosial yang menggambarkan anak berkebutuhan khusus sebagai beban dan merepotkan. Padahal, keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus menghadapi tantangan tersendiri dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.

Imaculata pun meminta masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih menjaga perkataan dan sikap terhadap anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya.

"Jadi tolong ibu-ibu, jaga bicara, jaga sikap yang baik terhadap keluarga yang mempunyai anak kebutuhan khusus ini," katanya.

(dec/spt)

No more pages