Logo Bloomberg Technoz

“Kita sudah sempat kemarin deploy cukup besar di market lokal, kita mungkin saat ini gak bisa disclose itu, tetapi yang kita akan deploy ya almost similiar to the amount that we have actually been deploying so far,”  kata Pahala.

Di sisi lain, Pahala menuturkan, mitra yang digaet untuk menempatkan investasi strategis Danantara di saham lokal relatif punya rekam jejak yang solid.

Jakarta Composite Index. (Sumber: Bloomberg)

Dia menuturkan lembagannya telah mengkaji beberapa mitra dengan mengukur imbal hasil, pengelolaan investasi serta pengalaman investasi di pasar modal.

“Mereka lah yang nanti berdasarkan their professional judgement, kita melakukan proses due dilligence tentunya mengenai para mitra tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, Danantara disebut-sebut telah menyiapkan tambahan US$1 miliar atau setara sekitar Rp18 triliun hingga akhir tahun, untuk masuk ke pasar modal RI.

Dana tersebut merupakan dana tambahan setelah sebelumnya Danantara mengklaim menyiapkan dana hingga US$3 miliar untuk investasi saham dan obligasi asing maupun domestik.

Sebelumnya, mengutip Reuters, Danantara telah mengalokasikan sekitar US$3 miliar untuk saham dan obligasi di dalam maupun luar negeri. Bergantung pada kondisi pasar, lembaga tersebut berencana menginvestasikan tambahan US$1 miliar hingga akhir tahun ini.

“Jika terjadi krisis di pasar dan kami menilai hal itu hanya didorong oleh sentimen eksternal yang sangat sementara, maka kami mungkin akan turun tangan,” kata Rani Piputri, kepala investasi publik di Danantara Investment Management.

Ia mengatakan dana tersebut telah digunakan untuk investasi secara bertahap sejak akhir tahun lalu hingga periode aksi jual besar-besaran di pasar saham. 

Proyeksi Outflow

Goldman Sachs menyebut penghapusan Indonesia dari Indeks MSCI memicu arus dana keluar US$5,6 miliar atau setara sekitar Rp100,8 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan volume perdagangan harian rata-rata selama 18 hari untuk saham-saham konstituen MSCI Indonesia Investable Market Index.

Tambahan dana sebesar US$2,7 miliar juga berisiko keluar jika FTSE mengambil langkah serupa, menurut analis, termasuk Alvin So dan Timothy Moe, dalam sebuah catatan riset.

“Dana investasi aktif yang menggunakan indeks-indeks tersebut sebagai tolok ukur memiliki tambahan aset lebih dari US$8 miliar. Namun, keputusan untuk menjual saham akan bersifat diskresioner, bukan didorong oleh kewajiban mengikuti perubahan indeks,” ungkap mereka dikutip Senin (19/10)

Rasio harga terhadap laba (price-to-earnings atau P/E) berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan untuk MSCI Indonesia turun ke level terendah sejak krisis keuangan global, yakni 7,3 kali.

Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan titik terendah saat krisis keuangan global dan pada 2001, masing-masing sebesar 5,1 kali dan 3,9 kali.

Kondisi ini “mengindikasikan bahwa valuasi saham mungkin belum mencapai titik terendah”.

“Kami tetap underweight terhadap Indonesia karena tekanan berkepanjangan akibat ketidakpastian status indeks, lemahnya laba perusahaan, serta hambatan makroekonomi kemungkinan akan membatasi pemulihan valuasi secara berkelanjutan," jelas riset tersebut

“Dalam sejumlah kasus penurunan klasifikasi negara berkembang oleh MSCI baru-baru ini, kinerja pasar saham negara terkait cenderung tertinggal dari tolok ukur yang lebih luas selama dua hingga tiga bulan setelah pengumuman konsultasi awal, sebelum akhirnya stabil," lanjutnya.

(naw)

No more pages