Logo Bloomberg Technoz

PROYEK SMELTER

RI Hilirisasi Bauksit Saat China Tahan Aluminium, Awas Oversupply

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 12:40

Tumpukan ingot aluminium di sebuah tempat penyimpanan di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China./Bloomberg
Tumpukan ingot aluminium di sebuah tempat penyimpanan di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI menyoroti langkah ekspansi hilirisasi bauksit di Indonesia yang dilakukan ketika China menetapkan batas maksimum produksi aluminium premier domestik sebanyak 47 juta metrik ton per tahun sejak 2017.

Alasannya, kondisi tersebut memberikan peluang bagi China untuk melakukan ekspansi smelter alumina–aluminium di Indonesia, hingga dikhawatirkan menyebabkan kelebihan pasokan atau oversupply seperti yang terjadi di nikel.

LPEM UI dalam risetnya mengungkapkan ruang ekspansi terbatas di China membuat perusahaan aluminium besar di negara tersebut menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di luar negeri untuk memperluas kapasitas baru.


Dalam kaitan itu, LPEM UI menyoroti terdapat keselarasan antara kebijakan Indonesia melarang ekspor bijih bauksit pada 2023, dengan keterbatasan kapasitas produksi aluminium China.

Produksi Aluminium China Capai Rekor. (Bloomberg)

Adapun, LPEM UI mencatat kapasitas produksi alumina Indonesia melonjak dari 3,3 juta metrik ton pada 2022 menjadi sekitar 5,9 juta metrik ton pada 2025.