Buah dan sayuran seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, dan tomat dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Meski demikian, konsumsi makanan tersebut tetap perlu diimbangi dengan minum air yang cukup.
3. Hindari aktivitas berat saat matahari terik
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masyarakat menghindari aktivitas fisik berat pada jam-jam terpanas. Jika memungkinkan, lakukan kegiatan di luar ruangan pada pagi atau sore hari ketika kondisi lebih sejuk.
4. Gunakan pelindung dari sinar matahari
Masyarakat dapat menggunakan topi atau payung serta mengenakan pakaian ringan dan tidak terlalu ketat. Usahakan juga beristirahat di tempat sejuk atau ruangan berpendingin udara untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
5. Kenali gejala dehidrasi dan sengatan panas
Dehidrasi dapat ditandai dengan rasa haus, mulut kering, urine berwarna lebih pekat, frekuensi buang air kecil berkurang, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Jika mengalami gejala tersebut, segera beristirahat di tempat sejuk dan minum air secara bertahap apabila masih sadar penuh dan dapat menelan dengan aman.
Masyarakat juga perlu mewaspadai heatstroke atau sengatan panas yang merupakan kondisi darurat medis.
Gejalanya yang dialami seperti tubuh sangat panas, kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Jika kondisi tersebut terjadi, segera cari pertolongan medis dan lakukan pendinginan tubuh sambil menunggu bantuan.
(dec/spt)































