Pertama, dengan memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit.
Kedua, memberikan layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RS daerah untuk penyakit akibat dampak karhutla, seperti ISPA, diare, dan sebagainya.
Ketiga, menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit dan tempat lainnya.
Keempat, memobilisasi SDM kesehatan lebih dari 2.600 dokter, perawat, epidemiolog, dan lain-lain.
Kelima, menyediakan dan mendistribusikan 578.878 obat-obatan untuk batuk, diare, dan antibiotik, serta vitamin sebanyak 1.500. Lalu, logistik kesehatan seperti 3,7 juta masker N95 dan masker bedah, dari rencana 500 ribu/provinsi; oxygen concentrator dan APD.
Keenam, melaksanakan pemantauan penyakit dan kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Ketujuh, melakukan edukasi kesehatan.
Kedelapan, menyediakan dashboard pemantauan untuk mengetahui kualitas udara dan rumah oksigen terdekat.
(spt)






























