Logo Bloomberg Technoz

“Batu bara kita, sekalipun produksinya menurun, target PNBP kita bisa melampaui target. Ekspor kita, target devisa dari sektor batu bara tahun ini, itu akan mencapai melewati target,” klaim dia.

Adapun, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencatat setoran PNBP dari komoditas nikel dan batu bara telah mencapai Rp87 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Komoditas batu bara memberikan kontribusi sebesar Rp66 triliun, naik dari capaian periode sama sebelumnya sejumlah Rp59 triliun.

Sampai dengan akhir Agustus 2026, penerimaan dari seluruh subsektor tambang menembus angka total Rp108 triliun, dari target setoran PNBP sepanjang 2026 senilai Rp136,18 triliun.

Sekadar informasi, China masih tercatat menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia yang melalui jalur laut pada September 2026, yakni mencapai 12,42 juta metrik ton.

Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler yang dihimpun SX Coal, ekspor batu bara ke China tercatat turun 15,48% dari bulan sebelumnya atau secara month to month (mtm) dan turun 32,97% secara tahunan atau year on year (yoy).

Secara umum, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada September 2026 tercatat sebesar 36,45 juta metrik ton naik tipis 0,52% dari bulan sebelumnya dan turun 18,11% yoy.

Kenaikan tipis ekspor secara bulanan tersebut dinilai didukung pemulihan permintaan dari India dan Filipina. Namun, melambatnya permintaan dari China hingga Malaysia justru membebani ekspor secara keseluruhan.

“Indonesia mengekspor batu bara terbanyak ke daratan China pada September 2026, yaitu sebesar 12,42 juta metrik ton, turun 32,97% secara tahunan dan turun 15,48% dari bulan sebelumnya,” tulis SX Coal dalam risetnya, Selasa (13/10/2026).

Di sisi lain, sepanjang Januari—September 2026 atau year to date (ytd), SX Coal mencatat ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut mencapai 338 juta metrik ton atau turun 6,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari—September 2026, ekspor batu bara Indonesia ke China tercatat sebesar 129 juta metrik ton atau turun 6,38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, SX Coal mencatat India menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua dengan volume sebesar 8,53 juta metrik ton pada September 2026.

Besaran tersebut dilaporkan naik 22,03% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi turun 3,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, ekspor batu bara Indonesia ke Filipina mencapai 3,37 juta metrik ton pada September 2026, naik 9,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan naik 6,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kemudian, ekspor batu bara Indonesia ke Malaysia pada September 2026 mencapai 1,87 juta metrik ton atau turun 10,69% secara bulanan dan turun 26,02% secara tahunan.

Ekspor batu bara ke Vietnam pada September 2026 mencapai 1,86 juta metrik ton, turun secara 8,37% dan naik 4,77% secara tahunan.

Ditjen Minerba Kementerian ESDM melaporkan capaian produksi batu bara nasional hingga Juli 2026 telah menembus angka 423,71 juta metrik ton. 

Dari total produksi sebanyak 423,71 juta metrik ton tersebut, porsi ekspor mendominasi sebesar 63,82% (270,40 juta metrik ton). Sementara itu, pemenuhan kebutuhan dalam negeri menyerap 26,86% (113,40 juta metrik ton) dan sisanya sebesar 9,32% (39,51 juta metrik ton) menjadi stok nasional.

Dari realisasi produksi selama tujuh bulan tersebut, rata-rata produksi batu bara nasional berada di kisaran 60 juta metrik ton per bulan.

Dengan begitu, Kementerian ESDM memperkirakan produksi batu bara mencapai 720 juta metrik ton hingga akhir 2026.

Pada awal 2026, padahal, Kementerian ESDM mengatakan RKAB batu bara berada di angka 600 jutaan metrik ton.

(azr/wdh)

No more pages