Logo Bloomberg Technoz

KETAHANAN ENERGI

Mode Survival, Bahlil Mau Stop Ekspor Gas Bumi ke Negara Tetangga

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 09:30

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau proyek gas bp di Teluk Bintuni, Papua Barat Daya, Rabu (11/6/2025). (Dok: Tim Komunikasi SKK Migas)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau proyek gas bp di Teluk Bintuni, Papua Barat Daya, Rabu (11/6/2025). (Dok: Tim Komunikasi SKK Migas)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia berpotensi tidak memperpanjang kontak ekspor produk gas bumi Indonesia ke negara tetangga.

Alasannya, gejolak atau dinamika geopolitik masih terjadi dan membuat pemerintah harus berpegang pada kondisi bertahan atau survival mode.

Dia menyebut, akibat kondisi tersebut, bisa saja kontrak ekspor gas bumi Indonesia diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.


“Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026), malam.

“Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya,” ungkap Bahlil.

Tanker gas alam cair./dok. Bloomberg