Logo Bloomberg Technoz

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memandang, penguatan IHSG kemarin mencerminkan upaya pemulihan dari area support Fibonacci, tetapi belum mengonfirmasi pembalikan tren. Ketidakpastian terkait rencana reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih menjadi risiko utama bagi kepercayaan investor dan arus modal asing.

Hari ini, BRIDS melihat investor akan mencerna hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Kemarin, Gubernur Destry Damayanti dan sejawat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%.

“Keputusan tersebut menjaga suku bunga acuan tetap stabil, sementara penyesuaian suku bunga fasilitas simpanan menjadi 5% menjadi bagian dari bauran kebijakan BI. Pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi. Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dapat memperkuat sentimen, tetapi risiko capital outflow dan ketidakpastian MSCI masih berpotensi membatasi kenaikan IHSG,” papar riset BRIDS.

Secara teknikal, demikian riset BRIDS, IHSG masih berada dalam fase technical rebound setelah memantul dari support Fibonacci. Resisten terdekat berada di 5.350–5.400. Penembusan area ini diperlukan untuk memperkuat momentum pemulihan. 

“Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line, sehingga tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. Support berada di 5.200, diikuti 5.100. Jika support kembali ditembus, maka risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai,” papar catatan BRIDS. 

Stock pick atau saham pilihan BRIDS untuk hari ini antara lain HRUM, PTBA, dan BBNI.

Kemudian Phintraco Sekuritas berpandangan bahwa  IHSG berpotensi melanjutkan rebound untuk menguji resisten 5.400-5.490, seiring dengan indikator Stochastic RSI membentuk golden cross serta MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif. Saham-saham pilihan versi Phintraco hari ini adalah ICBP, INDF, ISAT, GGRM, DOOH, dan HMSP.

(aji)

No more pages