Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Rabu memerintahkan keberangkatan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka dari Arab Saudi, kata juru bicara Tommy Pigott melalui X. Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Riyadh mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati saat menggunakan bandara-bandara di Saudi menyusul serangan Houthi.
Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Rabu pagi mengatakan telah mencegat sebuah pesawat nirawak yang ditembakkan ke arah wilayah timur kerajaan tersebut.
Menurut Kementerian Energi Arab Saudi, pesawat nirawak itu menargetkan fasilitas pengolahan minyak dan menyebabkan sebuah kendaraan terbakar di luar batas area sasaran. Dua korban tewas merupakan warga Filipina dan Nepal.
Sepekan sebelumnya, Houthi menyerang kantor pusat Aramco di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi.
Houthi merupakan salah satu kelompok proksi utama Teheran yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Pada Juli, kelompok tersebut mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi dengan alasan kerajaan itu mengepung sejumlah wilayah di Yaman.
Kelompok milisi tersebut mulai melancarkan serangan hampir setiap hari ke Arab Saudi pada September, dengan menargetkan fasilitas energi dan sejumlah sasaran lainnya. Houthi juga bergerak ke selatan dari basis mereka di Yaman barat laut menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit strategis yang penting bagi kapal tanker energi dan kapal kontainer yang melintas antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Pertempuran semakin intensif pada awal Oktober, ketika koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan operasi besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan “melenyapkan” kelompok tersebut.
(bbn)





























